5 Tips agar Ibu bisa Santuy dan Sehat Jiwa – Ibu-ibu, terutama ibuk-ibuk jaman now kerapkali ditekan agar tampil sempurna, baik di rumah, di kantor , online maupun offline. Hal ini tidak jarang memberikan tekanan tersendiri bagi mama-mama.

Nah, kali ini saya mau bagikan 5 tips agar mama bisa Santai dan sehat jiwa menjalani multiperan tersebut.

Stop Melihat Ke Atas

Iya, mama kan bukan ibuk-ibuk atau bunda-bunda selebgram itu. Jadi dalam kasus ini gak perlu selalu lihat atas-bawah di ponsel pintar mama alias scrolling-scrolling tiada henti. Scrolling tiada henti ini seringkali menjadi pressure atau tekanan tersendiri bagi mama-mama.

Melihat IG nya bunda Sarwendah yang kemana-mana pakai home dress alias daster trus jadi borong daster satu pasar Klewer misalnya.

Atau lihat Yuni Shara yang lagi berkebun bikin mama jadi merasa perlu membeli perlengkapan berkebun yang instagenic alias cakep dipajang di Instagram.

Mama gak perlu juga hanya karena mau masak-memasak di dapur kemudian mewajibkan diri dandanannya gemesin kaya Farah Quinn, bisa-bisa mama malah gak jadi masak dan sibuk melakukan hal yang lain sama papa, mencuci piring misalnya,hehehe.

Bicara

Iya, sudah terlalu banyak artikel yang mengatakan bahwa perempuan perlu bicara sampai dengan dua puluh ribu kata per hari.

Tapi, ya tidak kemudian jadi pembenaran untuk boleh merepet ngeselin kan?

Mama boleh banget kok membicarakan apa yang membuat mama overwhelmed, kewalahan di rumah. Tentu dengan bahasa yang asertif, tidak menyerang ya mam, sehingga ketemu solusinya, bukan malah menambah huru-hara dalam rumahtangga.

Sampaikan ke partner mama,yaitu papa bahwa mama perlu dibantu di area mana. Apakah menjaga anak di pagi hari, atau mengangkat galon.

Laki-laki, dalam hal ini suami mama kebetulan bukan dukun, sehingga mereka kerap tidak paham apa yang mama butuhkan jika mama tidak menyampaikan dengan jelas.

Libatkan Anggota Keluarga

Mama-mama biasanya dipanggil mama karena punya suami dan atau anak kan ya?

Yuk! Libatkan mereka dengan pekerjaan yang bikin uban mama nambah itu. Misalnya papa kebagian mengepel lantai, kakak yang menyapu, adik beresin mainannya.

Walaupun awalnya mama mungkin spanneng karena hasil tidak sesuai bayangan mama tentang rumah yang indah rapih berkliau itu, namun membagi tugas membuat mama sempat bernapas dan bisa melakukan hal-hal lain yang menyenangkan hati.

Nah uban jadi grogi kan mau tumbuh?

Kenali Batasmu

Batas setiap orang, dalam hal ini mama, berbeda-beda.

Ada mama yang gak bisa banget mendengar lengkingan anak yang menangis meraung-raung karena maunya main tiup lilin terus-menerus.

Adapula mama yang tidak bisa berfungsi cukup baik sebelum segelas kopi menghangatkan paginya.

Apapun batas itu, cari dan kenali. Sehingga mama bisa sampaikan ke pasangan atau anak bahwa mama perlu bantuan papa untuk bisa pegang anak-anak di pagi hari agar mama bisa menyesap secangkir kopi.

Karena jika tidak dilakukan, besar kemungkinan mama akan berubah menjadi momzilla ketika papa berangkat ke kantor.

Tetap Terhubung Dengan Orang Dewasa Lain

Menjadi ibu, mama, bukan berarti kita lupa kalau kita adalah orang dewasa. Yang juga butuh ngobrol unfaedah tentang gosip terbaru Leslar, Pevita atau sekedar ghibahin dedek Nia Ramadhani yang rauwis-uwis.

Hal ini juga menjaga agar mama tidak frustrasi tiap hari ngomonginnya Tayo atau kuda poni melulu.

Mama mungkin juga pengin sekali-kali bisa ngomongin film-film yang beredar di Netflix atau, yang sekarang banyak orang lakukan, nonton bareng drama Korea.

Nah, cara-cara di atas disadari atau tidak, sebetulnya adalah panduan untuk tidak terjebak menjadi supermom.

Karena anak tidak butuh supermom, mereka butuh ibu yang sehat jiwa raga.

Jika anak dan suami saja tidak menuntut kita untuk bisa segalanya, mengapa kita, saya-anda, mama, ibuk, bunda, mami kerapkali cari masalah dengan ingin mengerjakan semua sendiri agar nampak sempurna?

Tentu saja selalu ada pengecualian bagi mama-bunda-ibuk-mami yang memang tetap ikhlas mengerjakan semua hal tersebut.

Atau harus melakukan hal tersebut karena keadaan. Akhirnya, jika cara-cara di atas tetaplah kurang manjur mengurangi uban, maka mama-mama masih selalu bisa datang ke salon untuk meminta dilakukan perawatan rambut sesuai dengan warna yang mama inginkan, hehehe.