Tingkat Kecerdasan Anak

Kecerdasan anak – Apakah benar tingkat kecerdasan anak diukur hanya dengan nilai IQ yang tinggi?

Saya rasa tidak begitu. Kecerdasan seorang anak dan kebahagiaan seorang anak adalah bagaimana anda sebagai orang tua untuk mendidiknya dengan baik dan melahirkan generasi yang cerdas.

Bicara tentang cerdas, sebenarnya apa si arti cerdas itu sendiri ?

Cerdas adalah kemampuan seseorang yang tidak umum orang lain miliki dan tingkat kemampuan itu lebih tinggi dari orang lain seusianya pada umumnya.

Nah, sekarang sudah tau apa itu cerdas bukan?

Sekarang anda sebagai orang tua bisa mengawasi serta mendidik anak anda agar menjadi cerdas.

Cara Melatih Kecerdasan Anak

Kecerdasan anak

Kecerdasan anak

Saya memiliki beberapa cara yang bisa anda lakukan kepada anak anda untuk melatih atau meningkatkan kecerdasan anak anda. Antara lain :

  • Anak usia 2 tahun

Anak usia ini sudah bisa memilih mainannya menurut karakteristik tertentu. Anda bisa melatihnya dengan menyuruh anak mengelompokkan mainan mainannya dalam wadah yang berbeda.

  • Anak usia 3 tahun

Anak usia 3 tahun sudah bisa membedakan tinggi mainan yang satu dengan mainan yang lain.

Bukan hanya mainan, hal ini juga berlaku untuk benda benda yang memiliki ketinggian yang berbeda.

Anda bisa melatih anak anda untuk menyusun sebuah lego dengan berbagai bentuk dan tinggi yang lumayan terhilat perbedaannya.

  • Anak usia 4 tahun

Anak usia ini biasanya sudah bisa untuk mengembangkan kemampuan numeriknya atau menghitung angka angka.

Anda bisa melatih anak anda dengan memberinya soal soal dasar tentang angka atau mengajarinya bagaimana menulis angka dan membaca angka.

  • Anak usia 4,5 tahun

Anak usia ini sudah mampu melakukan sesuatu hal dengan sistematis. Anak juga sudah bisa berhitung dengan mahir dan menulisnya. Daya ingat sang anak juga semakin tinggi.

Anda bisa terus melatih anak anda. Tapi yang perlu di ingat adalah jangan pernah memaksakan anak anda untuk melakukan sesuatu hal yang tidak ia sukai atau dia tidak menginginkannya.

Setelah usia 5 tahun anda bisa melihat hal apa yang menonjol dalam anak anda lalu anda bisa kembangkan bakat itu dan tentu saja mengawasinya.

Dengan hal itu anda bisa menumbuhkan anak yang cerdas dan kemampuannya bisa melebihi anak seusianya.

Jika anda masih bimbang dengan apa yang sebenarnya anak anda gemari, anda bisa mengulang sesekali cara cara yang sudah saya paparkan diatas.

Atau dengan kreativitas anda sendiri sebagai orang tua. Anda pastinya mengerti apa yang anak anda mau dan apa yang terbaik untuk anak anda.

Setiap Anak Memiliki Kecerdasan Yang Berbeda

Jangan pernah menyamakan anak anda dengan anak lainnya yang memiliki kecerdasan atau kemampuan yang berbeda dengan anak anda.

Karena hal tersebut bisa menurunkan tingkat kepercayaan diri anak anda. Lalu anak anda bisa saja berhenti melakukan apa yang ia sukai tersebut.

Jangan melupakan fakta bahwa anak-anak masih membutuhkan jam waktu bermain lebih banyak dari pada belajar, maka dari itu anda harus bisa memberinya permainan yang setidaknya bisa sedikit demi sedikit mengembangkan atau meningkatkan kemampuan anak anda.

Jangan pernah bosan untuk selalu melatihnya jika menginginkan anak anda menjadi cerdas dan bisa melampaui anak seusinya.

Sekali lagi jangan pernah memaksa apa kehendak anak anda karena keegoisan anda sendiri.

Kecerdasan Anak Menurun Dari?

Sebelumnya saya mau bertanya nih, apa yang anda pikirkan pertama kali jika ditanya soal anak memiliki kecerdasan menurun dari siapa?

Pasti anda akan menjawab dari orang tua bukan?

Disini saya akan menjelaskan lebih detail tentang kecerdasan anak sebenarnya diturunkan dari orang tua (ibu dan ayah) atau hanya ibu dan hanya ayah saja?

Mari kita simak penjelasan dibawah ini.

Ternyata sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kecerdasan dari seorang anak diturunkan dari ibu.

Hal tersebut disebabkan seorang ibu atau wanita memiliki 2 kromosom lalu diwariskan kepada anak sedangkan seorang ayah atau pria hanya memiliki 1 kromosom yang akan seolah-olah dinonaktifkan oleh kromosom sang ibu dikarenakan lebih dominan.

Untuk para ayah jangan terus berputus asa untuk tetap berpendidikan tinggi ya.

Karena peran seorang ayah juga sangat membantu untuk membentuk karakter seorang anak sejak dini. Peran seorang ayah juga sangat diperlukan karena untuk membentuk karakter anak yang lembut karena mendapat kasih sayang kedua orang tuanya.

Bukan hanya salah satu dari orang tuanya.

Tentunya kita sering mendengar bahwa carilah calon istri yang cerdas, karena istri yang cerdas akan melahirkan anak yang cerdas juga.

Mungkin dari sebagian anda tidak terlalu paham dalam pernyataan diatas. Maksud dari pernyataan diatas adalah untuk mendapatkan generasi yang cerdas salah satu caranya adalah mencari calon istri bukan hanya cantik parasnya namun juga cantik hatinya dan tentunya cerdas.

Dengan begitu ada kemungkinan besar akan melahirkan anak yang cerdas pula nantinya. Anak cerdas juga ditentukan dengan bagaimana orang tua sang anak mendidiknya sejak dini.

Kecerdasan Anak Menurut Howard Gardner

Kalian pasti sering mendengan Howard Gardner jika berbicara tentang teori kecerdasan manusia bukan ?

Pasti jika anda sering membaca materi tentang kecerdasan manusia akan menemukan nama tokoh ini. Ya, bagi anda yang belum mengerti siapa Howard Gardner ini dan apa peranannya saya akan sedikit menjelaskannya.

Howard Gardner adalah penemu sistem kecerdasan manusia. Beliau menemukan 9 kecerdasan manusia yang ada dalam diri manusia. Antara lain : kecerdasan naturalis, kecerdasan musik, kecerdasan linguistik, kecerdasan matematika-logis, kecerdasan eksistensial, kecerdasan interpersonal, kecerdasan kinestik, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan spasial.

Baca Juga : Macam-Macam Kecerdasan Menurut Ilmu Psikologi

Tentunya seorang anak tidak akan bisa memiliki kecerdasan yang saya sebutkan diatas secara keseluruhan. Anak hanya bisa memiliki beberapa sistem kecerdasan pada otaknya.

Cara Menemukan Jenis Kecerdasan Anak

Jika anda ingin mengetahui bagaimana sistem kecerdasan anak anda, anda bisa mencoba berbagai cara agar menemukan sistem kecerdasan seperti apa yang anak anda miliki.

Salah satu cara yang bisa digunakan adalah menggunakan tes STIFIn.  STIFIn adalah metode dan konsep tentang kecerdasan yang dikemukakan oleh Bapak Farid Poniman.

Baca Juga : Tipe Kepribadian Anak Menurut STIFIn

Misalnya anda mencobanya untuk memberinya soal-soal berhitung. Jika anak anda memiliki potensi itu terus kembangkan dan bimbing agar kemampuan tersebut tidak terpendam dan akhirnya tidak digunakan.

Kecerdasan anak tentunya akan menurun dari sang ibu, kemungkinan besar sang anak tidak jauh beda sistem kecerdasannya dengan sang ibu.

Oleh sebab itu, jika anda menginginkan anak anda cerdas, maka anda juga harus senantiasa menambah ilmu pengetahuan yang anda punya dan selalu mengasah apa yang sudah anda kuasai. Agar nantinya bisa menurun kepada anak anda lalu anda bisa mengembangkannya juga.

Selain memperhatikan kecerdasan anak anda, anda juga harus memperhatikan sikap dan prilaku yang anak anda biasa lakukan. Hal itu dilakukan karena untuk mengembangkan sopan santun untuk berprilaku sosial kedepannya.

Ingat kecerdasan anak sangatlah bergantung dari apa apa saja yang anda tanamkan sejak dini. Maka dari itu anda harus lebih selektif memilih hal macam apa yang akan di tanamkan kepada anak anda.