Pengertian kecerdasan majemuk

Apa yang anda pikirkan ketika mendengar tentang kecerdasan majemuk?

Apakah hanya sekedar nilai tinggi dalam matematika?

atau kemampuan tertentu?

Berikut adalah penjelasan tentang pengertian kecerdasan majemuk

Kecerdasan majemuk adalah kemampuan memecahkan masalah dan menciptakan produk yang bernilai budaya yang di tandai dengan anak tumbuh dan berkembang secara keseluruhan.

Tidak hanya satu dimensi saja yang berkembang tetapi semua dimensi akan berkembang walaupun tidak sama hasilnya, karena setiap dimensi otak memiliki kemampuan yang berbeda-beda untuk berkembang.

Ada yang dengan cepat berkembang dan ada juga yang lambat untuk berkembang walaupun dalam suatu hal yang sama.

Walaupun setiap orang memiliki massa otak yang hampir sama namun kemampuan setiap orang untuk menyerap suatu hal sama akan berbeda-beda.

Entah itu cara menyerap atau mengekspresikannya.

Menurut Howard Gardner kecerdasan itu ada 8 macam, karena itulah kecerdasan ini di sebut juga kecerdasan majemuk.

Prestasi seseorang juga ditentukan oleh tingkat kecerdasan (inteligensi).

Walaupun mereka memiliki peluang yang sangat besar dalam mencapai semuanya, namun karena kemampuan setiap orang terbatas begitupun kecerdasan manusia.

Jadi mereka bisa mengembangkan salah satu saja bakat yang mereka miliki lalu mecapainya dengan semaksimal mungkin.

Dengan cara ini bisa juga untuk anda yang belum mengetahui kemampuan mana yang akan berkembang cepat didalam diri anda sendiri.

Kuncinya adalah coba lagi jika gagal dan coba lagi. Hingga menemukan apa itu yang disebut passion diri anda.

8 Kecerdasan Manusia

Ada 8 kecerdasan majemuk menurut Howard Gardner, yaitu sebagai berikut:

  1. Kecerdasan Verbal Linguistik

Kecerdasan verbal linguistik adalah kemampuan anak-anak untuk menggunakan kata-kata dan bahasa secara efektif dan kecerdasan ini baik untuk mempengaruhi atau memanipulasi.

Kecerdasan ini mencangkup kepekaan terhadap ritme, arti kata, intonasi dan suara dari kata yang diucapkan. Kecerdasan ini bermanfaat untuk menulis, berbicara, mendengarkan dan membaca.

Melatih seorang anak dengan kecerdasan ini ada beberapa macam cara yang sesuai dengan pola pikir anak yang memiliki kecerdasan ini, antara lain membacakan cerita, bermain peran, mengajak anak berdiskusi, mengisi buku harian dan menulis surat untuk seorang teman, dan mendengarkan lagu

Baca Juga : Kecerdasan Spiritual

  1. Kecerdasan Logika Matematika

Kecerdasan logika matematika adalah kemampuan untuk memikirkan dan mencari solusi secara logis. Sang pemilik kecerdasan ini menyukai angka,logika, dan keteraturan.

Seorang yang memiliki kecerdasan ini juga mahir dalam menganalisis keuangan, mencerna laporan sebuah penelitian, memahami perhitungan hutang nasional, menyelesaikan pola atau melengkapi irama bilangan, dan membuat alasan tentang hubungan-hubungan tentang angka.

Mereka juga suka memecahkan teka-teki, suka bereksperimen dan bermain konsep serta logika.

Seorang yang memiliki kecerdasan logika matematika biasanya unggul dalam bidang matematika serta sains, karena mereka suka bermain konsep dan logika.

Anak sains juga lebih banyak bereksperimen dalam berbagai hal.

Ada beberapa cara untuk melatih seorang anak dengan sistem kecerdasan ini, antara lain pengenalan suatu bilangan melalui sajak dan nyanyian, eksperimen sederhana misalnya mencampur warna, bermain puzzle dan lainnya.

  1. Kecerdasan Kinestetik atau Fisik

Kecerdasan kinestetik adalah kecerdasan yang menggunakan seluruh badan (fisik) untuk mengekspresikan suatu ide atau gagasan, pemikiran dan perasaan.

Misalnya untuk menyerap suatu pembelajaran baru pemilik kecerdasan ini harus menyentuh atau melakukannya agar bisa diserap dengan cepat oleh otak.

Kecerdasan ini juga meliputi kecepatan, daya tahan, keseimbangan, kordinasi,kekuatan, dan kelenturan.

Seseorang yang memiliki kecerdasan ini juga cocok untuk menjadi seorang atlet yang handal, karena bisa memaksimalkan otaknya untuk menjadi seorang atlet.

Jika anda telah mengetahui kemampuan anak anda dan mengetahui sistem kecerdasannya adalah kinestetik, anda bisa melatih anak anda sejak dini dengan beberapa cara berikut ini, yaitu dengan belajar menirukan gerakan seorang aktor anak-anak, bermain drama, mengajak anak untuk menari bersama, dan berolahraga bersama anak.

  1. Kecerdasan Musik

Kecerdasan musik adalah kecerdasan yang peka terhadap suatu bunyi-bunyi non verbal. Anak yang memiliki kecerdasan ini mempunyai kemampuan untuk mendengarkan dengan baik, mengarang, membedakan, membentuk dan mengekspresikan bentuk-bentuk musik.

Musik mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kecerdasan anak, karena musik bisa menenangkan namun waspada, kemampuan berpikir dan kepekaan.

Anak dengan kecerdasan ini akan sangat terbantu jika dalam belajarnya menggunakan musik sebagai pengiring belajarnya.

  1. Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan interpersonal adalah kecerdasan yang mampu membaca pikiran, mengerti, mengamati maksud dari orang lain dan bisa menanggapi secara efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Kecerdasan ini juga mampu masuk kedalam dunia orang lain lalu mengerti perasaan, mengerti sikap orang lain, mengerti jalan pikiran orang lain dan mengerti pandangan orang lain terhadap suatu hal tertentu.

Kecerdasan ini melibatkan banyak hal, misalnya berempati kepada seseorang, kemampuan berteman, membaca pikiran orang, kemampuan memanipulasi dan dapat mengatur suatu hubungan yang baik dengan orang lain karena mampu memahami orang lain dengan baik.

Jika anak anda memiliki kecerdasan ini cobalah memberi suatu tangggung jawab dan suatu kepercayaan untuk mencoba hal baru kepada anak anda, menumbuhkan juga rasa saling peduli sesama anggota keluarga, dan melatih kesabaran untuk menunggu giliran.

  1. Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan untuk menilai diri sendiri secara akurat, memahami “siapa saya sebenarnya?” dan “apa tujuan saya hidup?” dengan benar.

Orang yang memiliki kecerdasan ini memiliki kemampuan untuk mengatur emosinya, mengetahui tujuan hidupnya. Baca Juga : Kecerdasan Emosional

Ini terkait dengan kebijaksanaan dalam mengambil suatu keputusan. Cobalah cara-cara berikut untuk anak anda yang memiliki sistem kecerdasan ini, antara lain dengan melatih anak untuk bercerita apa saja yang ia lihat diluar, mengajak anak untuk berimajinasi menjadi seorang tokoh dalam dongeng, menmbuat jadwal kegiatan agar lebih disiplin dan lain sebagainya.

  1. Kecerdasan Alam Natural

Kecerdasan alam natural adalah kecerdasan yang mampu memahami alam sekitar dengan cermat dan dapat membedakan perubahan yang terjadi di lingkungannya. Dalam kehidupan sehari-hari orang yang memiliki kecerdasan ini dibutuhkan untuk berkemah, dan berkebun.

Orang dengan kecerdasan ini juga mampu mengelompokkan sesuatu yang berada di alam, cenderung mencintai binatang dan bagian lain yang berada di alam semesta. Jika anda memiliki sistem kecerdasan ini, cobalah beberapa cara ini untuk mengasah kecerdasan anda, antara lain dengan menanam pohon di sekitar rumah dan mencatat perkembangannya, membuat taman atau kebun kecil didaerah rumah, berpetualang seperti naik gunung atau berwisata alam, dan memelihara hewan lalu mengamati pertumbuhan hewan tersebut.

  1. Kecerdasan Visual Spasial

Kecerdasan visual spasial adalah kemampuan untuk menggambarkan sesuatu dengan benar. Mereka yang memiliki kecerdasan ini senang menggambar, membaca peta dan mampu menyerap dengan cepat pelajaran jika dijelaskan dengan skema atau gambar.

Anak dengan kecerdasan visual spasial bisa menjadi seorang seniman yang sangat handal karena bisa menggambarkan benda-benda yang disebut dalam lagu-lagu atau sajak.

Untuk melatih seorang anak dengan kecerdasan ini anda bisa mencoba hal-hal berikut ini, antara lain membuat prakarya, dan memberi kesempatan anak untuk mecoret-coret dinding rumah maupun kertas, mengajak anak untuk menggambar, mewarnai dan melukis.

Penutup

Karena kecerdasan setiap orang berbeda-beda maka marilah kita mencari tahu bagaimana sistem kecerdasan diri sendiri terlebih dahulu dan berhenti untuk menilai orang hanya dari segi nilai matematika yang diperoleh orang tersebut. Pahamilah diri sendiri terlebih dahulu, lalu setelah itu baru belajar memahami orang lain dan menilainya. Baca Juga : Mengenal Kecerdasan Kita