Kecerdasan moral adalah bentuk kecerdasan yang juga perlu dimiliki oleh setiap orang.  Kecerdasan ini penting karena akan membantu menciptakan komunitas yang berbudaya dan penuh etika.

Apa itu kecerdasan moral?

Berikut ini akan dijelaskan pengertian kecerdasan moral menurut para ahli.

Kecerdasan Moral Menurut Para Ahli

  • Menurut Lawrence E. Kholberg (1995)

Dalam pandangan Kholberg yang sebelumnya melakukan penelitian tentang sikap anak dan remaja yang dibagi menjadi 3 kelompok usia yaitu 10,13, dan 16 dengan jumlah keseluruhannya 75 orang.

Ia melakukan penelitian itu dengan menghadapkan anak/responden kepada berbagai dilema moral dan mencatat semua respon-respon mereka.

Berdasarkan penelitian tersebut sangat jelas bahwa anak dan remaja menafsirkan masalah tersebut sesuai dengan mental mereka sendiri.

Mereka menilai sebuah tindakan sosial tertenrtu termasuk ke dalam tindakan “adil” dan “tidak adil” dan sebuah perilaku “baik” dan “buruk”.

Dari penelitian tersebut, Kholberg menyimpulkan bahwa keputusan moral bukan soal perasaan atau nilai, melainkan lebih kepada sifat aktif terhadap sudut pandang masing-masing individu dengan mempertimbangkan segala macam hak, kewajiban, tuntutan, dan keterlibatan suatu masalah terhadap “adil” dan “tidak adil” suatu tindakan.

Dengan remaja yang berumur 16 tahun yang dianggap sudah mencapai tingkat kematangan perbuatan moral, hal itu bisa menjadi suatu pertimbangan perbuatan moral yang akan ia pertanggung jawabkan keputusannya tersebut.

Ia bisa mempertanggung jawabkan keputusannya karena pada masa remaja menerapkan prinsip keadilan universal pada penilaian moralnya.

  • Menurut Robert Coles

Kecerdasan moral adalah bagaimana watak anak yang tumbuh dengan kepribadian yang baik.

Adapun arti pendidikan moral menurut Robert Coles, yaitu suatu pendidikan diluar sekolah maupun di dalam sekolah yang menyederhanakan sumber-sumber moral dan disajikan menurut perkembangan psikologis anak untuk tujuan pendidikan.

Oleh karena itu, untuk langkah awal kita sebagai orang tua harus mengajarkan anak dengan pendidikan dasar moral dan latihan dasar moral. Agar anak tumbuh dengan optimal dan lebih mengerti tentang apa itu moral apa itu pendidikan moral dan bagaimana cara mengetahui moral itu sendiri.

Karena seorang anak dilatih untuk mengetahui dasar-dasar moral sejak dini, ia akan bisa lebih mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan moral itu sendiri dan mengerti bagaimana tindakan yang harus dilakukan.

Dari uraian di atas, penulis menyimpulkan bahwa pendidikan moral diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk membina dan melatih nilai-nilai atau norma-norma yang ada di dalam masyarakat dan dalam hukum di Indonesia.

Pengetahuan tentang hal ini juga bermanfaat untuk menjalani kehidupan dan dapat membedakan sesuatu yang baik dan yang buruk untuk dirinya sendiri. Hal ini bisa menjadi suatu benteng diri dari pergaulan bebas masyarakat.

  • Kecerdasan Moral Menurut Thomas Lickona

Menurut Thomas Lickona ada 5 model pendekatan pendidikan nilai moral, yakni :

  1. Perkembangan moral kognitif

Lickona meyakini bahwa dunia afektif anak hanya mampu berkembang jika terjadi proses kognitif, khususnya Cognitive conflict dan penalaran.

  1. Perkembangan moral secara afektual

Perkembangan moral secara afektual harus bisa meyakini bahwa perkembangan ini bisa dibina dan di didik dengan melalui pendekatan dan strategi khusus.

  1. Perkembangan moral secara biologis

Perkembangan moral secara biologis diharuskan adanya keterkaitan antara perkembangan biologis manusia dengan pembinaan diknil.

  1. Pembinaan NMNr secara Holistik

Perkembangan NMNr secara holistik berarti perkembangan anak secara menyeluruh dan bukan berarti hanya bagian-bagian tertentu yang tumbuh dan berkembang, melainkan berkembangnya keseluruhan yang ada dalam diri anak.

  1. Perkembangan moral secara social learning approach
  • Kecerdasan Moral Menurut Michele Borba

Kecerdasan moral merupakan kemampuan untuk membedakan benar dan salah dan berperilaku sesuai dengan nilai moral yang ada.

Menurut Michele Borba kecerdasan moral dapat terbentuk karena adanya 7 kebajikan utama yang akan mendorong seorang anak memiliki kecerdasan moral yang tinggi. Antara lain :

  • Empati.

Merupakan suatu emosi anak yang dituntut untuk memahami perasaan orang lain.

Empati sendiri melatih anak untuk bisa memahami orang lain dan juga memperlakukan orang lain dengan penuh kasih sayang.

Juga dapat dengan cepat merespon hal-hal yang berhubungan dengan membantu seseorang, menyayangi seseorang dan lain sebagainya.

  • Hati Nurani.

Merupakan suara hati seorang anak untuk memilih jalan atau hal-hal yang benar dan menghindari sesuatu yang salah atau buruk. Jika ia melakukan kesalahan akan merasa bersalah karena ia mengerti yang dilakukan itu salah dan akan memperbaikinya sesuai hati nuraninya.

Seorang anak yang memiliki kemampuan ini akan bisa membedakan hal buruk dan baik yang akan ia pilih, dan juga bisa untuk suatu pondasi tindakan yang akan dipilih anak tersebut.

Hal ini bisa sebagai benteng atau alat pertahanan diri dari hal-hal yang menggodanya untuk menjadi sesuatu yang buruk.

  • Kontrol Diri.

Hhal ini akan mendorong anak untuk tidak mengikuti keinginannya sendiri yang bertujuan untuk memuaskan diri sendiri dan akan mendahulukan kepentingan orang lain.

Kontrol diri dapat mencegah adanya sifat egois dalam diri anak dan adanya rasa toleransi yang tinggi terhadap sesama.

  • Keadilan.

hal ini akan menuntut anak untuk bisa menghargai orang lain, jika ia menginginkan suatu keadilan maka ia harus bersikap adil juga agar orang lain bisa bersikap adil seperti dirinya.

Keadilan juga mendorong anak untuk bersikap baik kepada orang lain dan akan mendapatkan kebaikan dari orang lain.

  • Rasa Hormat.

Rasa hormat akan mendorong anak untuk bersikap baik, pengertian, toleransi, tata krama dan lain sebagainya.

Kecerdasan Moral Anak Usia Dini

Apa si manfaatnya mengetahui kecerdasan moral anak sejak mereka berusia dini ?

Perkembangan seorang anak akan sejalan dengan perkembangan kognitifnya. Misalnya anak yang selalu menaruh pakaian kotornya ke dalam keranjang yang telah disiapkan oleh ibunya.

Sejalan dengan itu ibunya juga senantiasa mengingatkan sang anak akan hal itu. Hal tersebut meskipun termasuk hal yang kecil, namun kebiasaan-kebiasaan tersebut secara tidak langsung akan membawa anak menjadi seorang anak yang lebih baik dan rapi.

Selain contoh diatas adapun contoh lain yaitu membiasakan mencuci tangan sebelum makan dan memberinya gel pencuci tangan jika sedang tidak ada air atau sedang tidak di dalam rumah. Ia akan terbiasa dan menjadi sesuatu hal yang berada di luar kepala sang anak. Hal itu tentunya membuat anak menjadi pribadi yang mandiri dan lebih baik lagi.

Anda khawatir jika anak anda tidak memiliki bekal yang cukup untuk masa depannya atau masa dewasanya ? jangan khawatir, karena setiap anak akan memiliki pengetahuan moral sesuai dengan usianya dan juga akan selalu mengikuti perkembangan jaman dimana anak anda tumbuh dan berkembang.

Tahapan Perkembangan Anak

Berikut adalah tahap perkembangan anak sejak masih bayi hingga anak menginjak masa remaja :

  1. Bayi, seorang bayi belum bisa meningkatkan kecerdasan moralnya, ia hanya mengerti benar dan salah. Misalnya jika bayi lapar, maka ia akan menangis karena itu salah. Dan sebaliknya, jika ia di gendong, disusui, dibelai ia akan merasa nyaman karena itu benar. Fase itu akan terus berkembang sampai anak berusia 12 bulan.
  2. Batita, menginjak usia 1 tahun hingga 2 tahun seorang anak belum mengetahui apak itu benar atau salah. Ia hanya mengandalkan apa yang di katakan sang ibu dan ayah dan mungkin orang-orang disekitarnya. Ia baru akan mengerti jika memukul orang adalah salah jika orang tua memberi pengarahan bahwa hal tersebut salah karena akan menyakiti orang yang dipukul.
  3. Pra sekolah (usia 3-7 tahun), pada masa ini anak mulai memasukkan nilai-nilai yang menurut orang tuanya itu penting dan penting juga menurut dirinya. Misalnya ia akan mengetahui konsekuensinya jika mengambil barang temannya dengan konsekuensi akan di marahi orang tua karena hal tersebut membuat seorang temannya menangis.
  4. Usia sekolah 7-10 tahun, peran orang tua dan guru tidak ada lagi kesan menakutkan untuknya. Mereka tetap mengetahui bahwa orang tua harus tetap ditaati. Dalam fase ini anak sudah mengerti bahwa hal tersebut termasuk ke dalam perbuatan baik atau buruk, hal ini sudah tertanam kuat dalam diri mereka.
  5. Pra remaja dan remaja, masa ini adalah masa dimana seorang anak mencari kepopulerannya sendiri karena tekanan dari teman sebayanya dan nilai-nilai yang berlaku di lingkungannya. Fase ini disebut juga dengan fase labil.

Jadi sangat penting untuk para orang tua mengetahui perkembangan anaknya sejak dini. Karena akan mempengaruhi masa dewasanya dan akan menjadi kebiasaan yang di luar kepala mereka.