Kecerdasan Menurut Howard Gardner

Macam-macam kecerdasan menurut ilmu psikolog – Sekitar 20 tahun lalu Howard Gardner menemukan sistem kecerdasan yang dimiliki manusia.

macam-macam kecerdasan

macam-macam kecerdasan

Ia menyatakan bahwa manusia itu lebih sulit dari pada apa yang dijelaskan pada tes-tes IQ dan semacamnya.

Beliau juga mengatakan setiap orang atau individu memiliki kecerdasan dan pola pikir yang berbeda beda.

Pada tahun 1983 Howard Gardner menemukan 7 sistem kecerdasan pada manusia yang ditulis dalam bukunya yang berjudul “The Theory of Multiple Intelegence” yang meliputi :

  1. Kecerdasan linguistik-verbal

Kecerdasan ini disebut juga kemampuan berbahasa. Dengan kata lain orang yang memiliki kecerdasan ini memiliki kemampuan yang luar biasa dalam bidang membaca, berdebat, berbicara, berdiskusi, melakukan penafsiran dan melakukan penelitian.(Baca Juga : Kecerdasan Linguistik)

Seseorang dengan kecerdasan ini mudah untuk menangkap dan memahami bahasa asing yang baru orang itu dengar.

Seseorang dengan kecerdasan ini biasanya bisa menjadi seorang jurnalis, wartawan, translator, tour leader, presenter dan lain sebagainya.

  1. Kecerdasan logika matematik

Tentunya jika anda mendengar kata matematika pasti sudah malas dan tidak ingin tahu bagaimana itu bukan?

Tetapi berbeda dengan seseorang yang memiliki sistem kecerdasan logika matematik dalam otaknya.

Mereka dengan sangat mudah bisa memahami angka-angka yang berhubungan dengan matematika. Logika yang mereka miliki lebih kuat dari seseorang yang tidak memiliki sistem kecerdasan ini.

Mereka biasanya akan unggul dalam hal menghitung, merumuskan dan lain sebagainya. Kecerdasan ini tidak hanya berhubungan dengan matematika, melainkan juga berhubungan dengan fisika, kimia dan ilmu lain yang mempelajari sesuatu yang ada hubungannya dengan matematika dasar.

  1. Kecerdasan spasial-visual

Kecerdasan visual spasial merupakan kemampuan seseorang untuk melihat secara rinci, membayangkan, dan mempresentasikan apa yang ada disekitarnya.

Kecerdasan ini peka terhadap gambar, goresan, tulisan, warna, garis, bentuk dan ruang. Orang dengan kecerdasan ini bisa melihat perbedaan dari suatu lukisan yang orang biasa lihat tampak sama.

Walaupun perbedaan itu sangat kecil dan susah untuk dibedakan, namun orang dengan kecerdasan ini mampu melihat perbedaannya dengan cepat dan akurat.

Profesi atau pekerjaan yang pantas dengan orang yang memiliki kecerdasan ini adalah sebagai arsitek, seniman, fotrografer, insinyur, desain grafis, desain barang ektronik, desan mobil dan motor, interior, kartunis, navigator dan masih banyak lagi.

  1. Kecerdasan ritmik musik

Kecerdasan ritmik musik bisa disebut juga dengan kecerdasan musikal. Yang dimaksud kecerdasan musikal adalah kemampuan seseorang atau kepekaan seseorang terhadap ritme, nada pada musik.

Mereka bisa dengan cepat menyerap apa yang mereka dengar jika itu berhubungan dengan musik. Seperti judulnya kecerdasan musik, pastinya orang yang memiliki kecerdasan ini pandai bermain alat musik dan bisa bernyanyi karena mereka mudah menyerap materi atau metode dalam bermusik dan bernyanyi.

Pekerjaan yang cocok untuk seseorang yang memiliki kecerdasan ini adalah sebagai penikmat musik, kritikus musik, pencipta lagu, penyanyi, komposer dan masih banyak lagi.

  1. Kecerdasan kinestetik

Kecerdasan kinestetik adalah kemampuan seseorang dalam menyatukan kekuatan pikiran dan otot atau fisiknya. Orang yang memiliki kecerdasan ini biasanya sangat menyukai aktivitas atau kegiatan yang berkaitan dengan otot serta fisik.

Biasanya orang dengan kecerdasan ini cenderung aktif dan susah untuk berdiam diri walaupun hanya sebentar. Mereka harus terus bergerak agar otak serta pikirannya bisa terus berjalan.

  1. Kecerdasan interpersonal

Kecerdasan interpersonal adalah suatu kemampuan seseorang yang peka terhadap suasana hati, perasaan, gerak gerik seseorang, memotivasi seseorang dan orang yang memiliki kecerdasan ini bisa menjadi seorang pemimpin yang berkualitas karena bakatnya dalam berbicara serta dapat dipertanggung jawabkan omongannya.

Kecerdasan interpersonal juga dikenal dengan kecerdasan sosial, maka dari itu, orang dengan kecerdasan ini dapat dengan mudah untuk bersosialisasi dengan orang baru sekalipun.

  1. Kecerdasan intrapersonal

Berbeda dengan kecerdasan interpersonal yang memahami orang lain, kalau kecerdasan intrapersonal itu adalah kecerdasan yang dapat memahami diri sendiri.

Yang dimaksud memahami diri sendiri adalah dengan memberi dorongan kepada diri sendiri untuk bangkit disaat mempunyai masalah, memotivasi diri untuk bisa meraih cita-cita. Dengan kecerdasan ini seseorang dapat dipastikan meraih kesuksesan dengan cara yang ia punya dan jalan yang ia pilih.

Selain kecerdasan diatas lalu Howard Gardner menemukan beberapa kecerdasan lagi yang meliputi :

  1. Kecerdasan naturalis, yang artinya suatu kemampuan yang dimiliki seseorang dalam menjaga alam sekitar atau lingkungan sekitarnya dengan baik. Orang dengan kecerdasan ini cenderung menyukai tanaman, hewan dan berpetualang yang melibatkan alam terbuka. Hal ini dikarenakan mereka merasa tertarik dan nyaman dengan alam sekirarnya.
  2. Kecerdasan finansial, yaitu kemampuan seseorang untuk mengolah kekayaannya dan pekerjaannya. Dengan kata lain orang dengan kecerdasan finansial akan sangat optimal untuk memanfaatkan uang.
  3. Kecerdasan eksistensial, yaitu kemampuan seseorang dalam menganalisis eksistensi manusia dan alam dunianya. Mereka lebih fokus kepada tujuan hidup dan mati manusia itu sendiri.
  4. Kecerdasan moral, yaitu kemampuan seseorang dalam mengendalikan sikap dan perilaku yang baik kepada siapapun itu dan mengerti dengan pasti tentang tata krama dalam masyarakat. Ia bisa membedakan benar atau salah suatu prilaku yang ada dalam masyarakat.

Kecerdasan Menurut Daniel goleman

Kecerdasan Emosional

  • Pengertian kecerdasan emosional

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan seseorang dalam mengendalikan emosinya yang berupa amarah, kebahagiaan, empati, dll. Seseorang dengan kecerdasan ini biasanya bisa mengontrol emosinya dalam situasi apapun dan dimana pun.

Bahkan orang dengan kecerdasan ini biasanya menjadi penengah dalam suatu perkelahian antara 2 orang atau lebih, orang tersebut bisa mendamaikan dan menjernihkan pikiran orang yang sedang berkelahi tersebut.

Kemampuannya dalam mengontrol emosi sangat berdampak positif bagi kelangsungan hidupnya. Terutama bagi pekerjaan yang digeluti oleh sang pemilik kecerdasan ini, dalam hal pekerjaannya ia bisa sangat profesional dalam menjalankannya, selain itu ia juga tenang dalam menjalankan tugasnya. Karena kontrol dalam dirinya yang bisa membuatnya tenang dan profesional.

  • Faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosi

Faktor internal meliputi, faktor dari dalam diri sendiri yaitu jasmani dan psikolog seseorang. Yang di maksud jasmani disini adalah kesehatan fisik seseorang dan psikolog disini adalah tentang cara pengendalian diri, perasaan, kontrol diri, pengalaman, dll.

Faktor eksternal meliputi, faktor dari luar lingkungan yang mendorong untuk tetap mengontrol emosi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hal itu membuat orang akan menahan emosinya atau mengungkapkan emosinya tetapi tetap bisa berpikir jernih.

Kecerdasan Menurut STIFIn

Ada beberapa kecerdasan menurut STIFIn, yaitu :

  1. Sensing, tipe ini terkenal dengan memorinya, sistem ini berada pada otak bagian kiri bawah. Sensing yang berarti merujuk kepada panca indera, yang membuat seseorang konkret dan praktis. Kecerdasan ini bekerja dari dalam ke luar, sehingga anda pandai berkelana, pandai meniru dan hebat dalam berakting.
  2. Thinking, seseorang yang dengan tipe ini adalah si pemikir, yang dimaksudkan si pemikir adalah segala sesuatu hal akan di pikir olehnya. Bahkan sesuatu yang belum terjadi akan dipikirkannya. Thinking ini merujuk kepada logika yang dimiliki seseorang yang membuat seseorang berpikir rasional dan objektif. Kecerdasan ini bergerak dari luar ke dalam, sehingga anda dapat menekuni suatu hal yang spesifik.
  3. Intuiting, kecerdasan ini merujuk pada bagian otak kanan atas yang berarti orang tersebut sangat kreatif, berantakan, memiliki visi yang jelas, suka berimajinasi abstrak, dll. Tipe ini merujuk pada indera keenam seseorang yang sekaligus mejadi otak kreatif seseorang. Sistem kerja tipe ini bergerak dari dalam ke luar hal ini akan membawa anda untuk menjadi trendsetter dalam lingkungan profesi yang anda geluti.
  4. Feeling, tipe ini merujuk pada perasaan yang seseorang miliki, tipe ini akan lebih perasa mengenai banyak hal. Dalam menyelesaikan masalah juga biasanya menggunakan perasaan yang akan berbeda dengan tipe thinking yang menggunakan logikanya. Sistem tipe ini berada pada bagian otak kanan bawah yang bekerja dari dalam ke luar sehingga dapat memancarkan pengaruh kuat dalam memimpin.
  5. Instinct, tipe ini merujuk pada naluri sebagai indera ketujuh seseorang yang dilengkapi dengan kemampuan serba bisa. Sistem kerja tipe ini pada bagian otak tengah. Sehingga orang dengan tipe ini biasa mendamaikan konflik, pemecah suatu masalah, mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, dan memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi.

Konsep Kecerdasan

Sir Francis Galton pada tahun 1869 mengatakan bahwa kecerdasan pada dasarnya adalah kecerdasan intelektual (IQ) lalu berkembang menjadi kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan sosial (SQ), kecerdasan sosial dan emosional (ESQ), kecerdasan adversity (AQ), dan kecerdasan kenabian yang disebut-sebut kecerdasan paling mutakhir.

Konsep inteligensi tidak pernah menepati posisi yang mantap, sistematik dan komprehensif. Hal ini dikarenakan hakekat manusia yang berbeda-beda satu sama lain.

Sehingga kensep kecerdasan teori-teori tentang kecerdasan yang dibangun oleh manusia hanya berdasarkan penelitian, data dan pendapat saja. Tidak berdasarkan dengan konsep kecerdasan manusia yang sesungguhnya.

Penyebab lain adalah karena pada saat tes IQ materi yang digunakan tidak bervariasi, dengan kata lain hanya teori semata yang bisa saja di manipulasi oleh sejumlah pihak agar mendapatkan IQ tinggi. Jadi seharusnya tes IQ terus dikembangkan karena kecerdasan juga selalu berkembang seiring kemajuan teknologi di era globalisasi ini.

Sampai saat ini ada beberapa konsep dasar kecerdasan yang telah dikembangkan. Antara lain :

  1. Kecerdasan Inteligensi (IQ)

Pada awalnya kecerdasan inteligensi dinobatkan sebagai satu-satunya kecerdasan yang ada pada sistem otak manusia.

Sir Francis Galton (1869) mengembangkan pengetahuan atau ilmu tentang tes sensori yang mengatakan makin bagus tes sensori seseorang maka makin cerdas seseorang tersebut.

Lalu kecerdasan inteligensi dikembangkan oleh Alfred Binet dan Simon yang mengatakan bahwa dengan kecerdasan inteligensi seseorang dapat memahami, menganalisa dan mengambil hikmah dari suatu permasalahan, peristiwa, dan kejadian yang terjadi pada masa lalu, saat ini dan masa depan.

  1. Kecerdasan Emosional (EQ)

Kecerdasan emosi pada dasarnya bisa mengendalikan dan mengerti perasaan diri sendiri serta perasaan orang lain. Berbeda dengan IQ yang sudah lama berkembang, kecerdasan ini teermasuk penemuan baru beberapa tahun ini.

Beberapa tahun belakangan ini muncul model ilmiah yang begitu banyak tentang betapa banyak tindakan yang dapat kita lakukan dengan mengontrol dan melibatkan emosional.

Bagaimana kita bisa mengendalikan keadaan emosional kita pada saat-saat tertentu.

  1. Kecerdasan Sosial (SQ)
  2. Kecerdasan Sosial dan Emosional (ESQ)
  3. Kecerdasan Adversity (AQ)
  4. Kecerdasan kenabian

Multi Kecerdasan

Dahulu, kecerdasan hanya dinilai atau diukur dengan tinggi rendahnya nilai IQ setiap anak. Hal ini berdampak pada mental anak yang tidak bisa menyelesaikan soal-soal matematika dan sejenisnya.

Mereka cenderung akan merasa dirinya bodoh dan tidak bisa bergaul dengan teman sebayanya. Hal seperti ini terjadi selama berabad-abad lamanya.

Namun kini, setelah ditemukannya multi kecerdasan, pikiran seseorang tentang kecerdasan mulai terbuka dan tidak menyudutkan seseorang.

Karena sejatinya semua anak itu tidak bodoh. Hanya mereka memiliki kecerdasan atau kemampuan dalam bidangnya masing-masing.

Lalu, apa sajakah multi kecerdasan itu sendiri?

Multi kecerdasan itu pertama kali ditemukan oleh Howard Gardner yang telah saya jelaskan di atas.

Setelah anda mengetahui apa saja yang termasuk multi kecerdasan ini, saya berharap anda tidak lagi menilai orang lain bodoh hanya karena ia tidak pandai matematika.