Materi Pengembangan Diri – Sudah pernah mulai berlatih bagaimana mengembangkan diri?

Bagaimana perubahannya hari ini?

Apakah sudah merasakan manfaatnya?

Jika baru mengawali mungkin belum terasa signifikan, namun jika dirutinkan hasilnya tentu akan berbeda.

Untuk menerapkan materi pengembangan diri memang bermacam-macam karakternya rasanya.

Ada yang terasa mudah dan nyaman, namun juga ada yang membutuhkan usaha dan tenaga otak ekstra untuk mempelajarinya.

Dalam belajar bagaimana mengelola keuangan misalnya, jika belum pernah akan ada istilah-istilah baru yang kadang membutuhkan “kamus” untuk menafsirkannya.

Contohnya saja istilah debit dan kredit. Yang pertama mendengar tentu akan merasakan pusingnya, namun jika sudah terbiasa ini bukanlah sebuah masalah.

Terkadang pula materi pengembangan diri membutuhkan konsistensi untuk menguasai.

Membiasakan bangun pagi, ini pengembangan diri yang saya yakin setiap orang tahu, namun tidak mudah untuk mempraktikannya.

Saya memiliki seorang teman dimana dalam sekolah menengah hingga kuliah, dari bangun tidur hingga tidur lagi yang dipegang adalah gawai atau gagdetnya.

Demikian setiap hari yang dilakukan. Kalau boleh dikatakan, begitu teratur dan konsisten. Jika menurut Anda bagaimanakah hidupnya?

Apakah benar kehidupannya begitu teratur atau justru benar-benar berantakan?

Mungkin beginilah nasib seorang yang tidak pernah tersentuh ilmu pengembangan diri.

Semua energi dan waktunya bisa terbuang sia-sia.

Namun maaf sebelumnya, apakah kita sama seperti teman saya tersebut?

Maksudnya kita sama, namun dengan versi kesibukan yang berbeda saja.

Kita semua tahu bahwa jika kita tidak mau mengubah hidup, maka nasib kita pun akan sulit untuk berubah.

Nah, maka dari itu pengembangan diri merupakan jawabannya.

Dengan pengembangan diri hidup kita jauh lebih tertata dan teratur, tentunya akan membawa kehidupan yang jauh lebih baik.

Baca Juga : Ilmu Pengembangan Diri

Siapakah Yang Membutuhkan Materi Pengembangan Diri?

Yang paling membutuhkan pengembangan diri sebenarnya adalah orang-orang yang manajemen hidupnya parah, sayangnya mereka seringkali tidak menyadari.

Ketika kita lapar maka akan ada tandanya, yaitu perut terasa menjerit dan sakit.

Namun ketika otak dan hidup kita membutuhkan asupan ilmu pengembangan diri tidak ada tanda-tandanya.

Yang kita tahu kemudian adalah segalanya sudah menjadi berantakan dan sudah terlambat.

Tahu-tahu sudah puluhan tahun berlalu hingga negara api menyerang lagi.

Oleh karena itu sebaiknya sering-sering untuk belajar, setidaknya sebagai pengingat bahwa kita harus menjadi lebih baik.

Seperti orang yang sakit membutuhkan dokter dan obat.

Demikian juga kita yang ingin mengembangkan diri. Kita perlu belajar manajemen pengembangan diri secara pribadi.

Hal ini tidak bisa diwakilkan orang lain.

Tidak mungkin kan jika kita sakit dan ingin sembuh, lalu yang minum obat orangtua atau teman kita.

Jika kita ingin berkembang maka kita harus mau menerima dan bertanggung jawab terhadap hidup kita sendiri.

Terkadang tidak mudah, dan disinilah kita dituntut untuk belajar manajemen pengembangan diri.

Saya memiliki pendapat manajemen pengembangan diri itu berarti metode atau cara untuk mengendalikan hidup menuju kehidupan yang lebih baik hingga mencapai hidup yang ideal.

Tentunya banyak definisinya, tapi saya pikir dengan definisi ini akan mempermudah kita dalam memahami apa itu manajemen pengembangan diri.

Banyak ahli pun mendefinisikan sendiri-sendiri meski artinya mendekati dan tidak terlalu jauh berbeda.

Baca Juga : Arti Pengembangan Diri

Prestasi merupakan refleksi jiwa. Dengan memilik jiwa yang dinamis maka akan merefleksikan semangat pengembangan diri secara berkesinambungan dan total. Kondisi jiwa yang dinamis pula pada akhirnya akan dapat melahirkan budaya pengembangan diri  dan etos kerja yang baik.

Makalah Pengembangan Diri

Salah satu cara untuk belajar pengembangan diri tentu saja melalui makalah pengembangan diri. Dimana tujuannya tentu memberikan informasi mengembangkan diri kita supaya menjadi jauh lebih baik.

Kebanyakan materi pengembangan diri yang terdapat dalam makalah tentu saja berupa teori yang memang sudah diteliti dan terbukti.

Baca Juga : Cara Pengembangan Diri

Pengembangan Diri Dengan analisa SWOT

Salah satu contoh teori yang sering digunakan dalam pengembangan diri adalah analisis SWOT.

SWOT merupakan singkatan dari Streght, Weakness, Opportunity dan Weakness.

Ini adalah sebuah teori untuk memahami apa saja yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan.

Analisis SWOT sebenarnya bukan hanya dapat diaplikasikan pada pengembagan diri saja, namun dapat digunakan dalam banyak hal lain seperti dalam bisnis.

Meski analisis SWOT terlihat sederhana, mempelajarinya membuat kita dapat mengambil keputusan dengan lebih tepat.

Manajemen Pengembangan Diri

Seperti sudah dikatakan berulang kali bahwa manajemen diri itu sangatlah luas. Karena berbicara memperbaiki diri itu berbicara mulai dari keahlian hingga kebiasaan, tentulah ini sangat banyak dan sangat pribadi sekali.

Kali ini kita akan berbicara beberapa wilayah besar pengembangan diri, tujuan kita membahas masalah ini adalah supaya kita nantinya bisa lebih spesifik dalam belajar. Baca Juga : Program Pengembangan Diri

  • Pengembangan diri yang bersifat pribadi

Pengembangan diri ini merupakan pengembangan diri yang berhubungan dengan diri sendiri, atau bisa dikatakan ini bersifat sangat personal.

Misalnya adalah bagaimana cara kita berkomunikasi (beribadah) dengan Tuhan Yang Maha Esa. Tentu ini sangat personal sekali dan tidak dapat disamakan.

Mendekatkan diri ke Tuhan tentu saja akan membuat hidup kita terasa lebih damai dan lebih positif.

Hal lain tentang yang berhubungan dengan pengembangan diri pribadi adalah bagaimana gaya hidup kita. Untuk pilihan apa yang menjadi sabun atau shampoo favorit saja berbeda apalagi tentang gaya hidup.

Ada yang memilih hidup dengan sederhana ada pula yang selalu memilih produk-produk first class, tentunya ini menjadi pilihan masing-masing individu.

  • Pengembangan diri yang bersifat sosial

Pengembangan diri bersifat sosial merupakan pengembangan diri yang berhubungan dengan lingkungan sekitar. Salah satunya adalah cara kita dalam bersosialisi. Kita harus mau besosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Salah satu medianya adalah berbagai kegiatan bersama. Seperti gotong royong atau jaga malam misalnya. Tentu dengan hal ini dapat memperkuat ikatan antar warga dalam sebuah lingkungan.

  • Pengembangan diri yang bersifat pembelajaran

Untuk disukai oleh banyak orang tentu membutuhkan ilmu atau skill. Mulai dari cara senyum hingga berbicara yang baik tentu ada caranya. Pokoknya segala hal yang bersifat memberikan peningkatan softskill termasuk disini.

Sebuah materi yang penting dalam pengembangan diri ini namun seringkali diacuhkan adalah tentang bagaimana cara kita berbicara di depan umum atau tehnik public speaking.

Mempelajari public speaking akan membuat kita memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Selain itu juga bermanfaat untuk perkembangan karir kita.

Untuk saat ini makalah pengembangan diri, buku serta pelatihan tentang soft skill sudah banyak. Anda dapat mencari dan mendapatkan dengan mudah.

  • Pengembangan diri yang bersifat pengembangan karir

Hal yang penting berikutnya adalah tentang karir. Bagaimana kita menjalankan usaha atau menjadi seorang pekerja. Ini mirip dengan pengembangan diri yang bersifat pembelajaran, namun ini berbicara hard skill.

Kemampuan ini mudah untuk terlihat. Misalnya kemampuan menggunakan internet ini adalah hard skill. Jika pengembangan diri yang bersifat pembelajaran membantu karir kita secara tidak langsung, ini membantu kita secara langsung.

Misalnya ketika kita kita berprofesi sebagai akuntan, kemudian mengikuti kursus atau pelatihan tentang perpajakan. Ini tentu akan mendukung karir kita.

  • Pengembangan diri yang bersifat hubungan keluarga

Banyak orang yang seringkali mengutamakan karir dan melupakan keluarga. Padahal tidak akan berarti apa-apa jika puncak karir bisa diraih namun keluarga menjadi berantakan.

Inilah mengapa kita harus mau mempelajari pengembangan diri yang bersifat hubungan keluarga. Bukan sebuah rahasia lagi dalam sebuah keluarga pastilah ada masalah. Kita tentunya harus dapat mengatasi masalah keluarga dengan bijak.

Apa yang harus dilakukan ketika menghadapi perbedaan pendapat dalam keluarga, atau bagaimana mengatasi anak yang bandel. Ini hanyalah secuil contoh permasalahan keluarga, yang sebenarnya jauh lebih kompleks.

Menurut saya, tema ini adalah yang terpenting. Karena keluargalah yang seharusnya yang menudukung apapun aktivitas yang kita lakukan. Dengan adanya dukungan tentu akan memberikan kekuatan ketika menjalankan.

Manfaat Pengembangan Diri

Ketika kita mau untuk memulai, tentu kita akan mendapatkan hasilnya. Hasil atau manfaat yang kita terima bukan hanya untuk hari ini saja, namun selamanya, selama kita mau menerapkannya. Adapun beberapa hal yang menjadi manfaat pengembangan diri adalah:

  • Mencerminkan keindahan hati (inner beauty) Anda

Seperti kita tahu bahwa tidak semua artis itu ganteng seperti Afgan atau cantik seperti Raisa. Namun ternyata ada juga mereka bahkan jauh dibawah rata-rata.

Yang menjadi unik, terkadang kita pun melihat ada beberapa orang yang dari luar cantik namun ternyata tidak disukai oleh banyak orang.

Bahkan ada pula yang sebaliknya secara fisik mereka biasa-biasa saja, namun ternyata mereka begitu banyak teman dan penggemarnya.

Untuk hal yang satu ini kita bisa melihat satu tokoh Oprah Winfrey. Apakah dia cantik? Dengan kulit berwarna hitam, saya yakin kebanyakan dari kita akan mengatakan bahwa dia biasa-biasa saja.

Namun kita lihat bahwa dia begitu banyak penggemarnya. Kita bisa paham disini bahwa tidak menjamin bahwa dengan wajah cantik pasti memiliki banyak teman.

Hal ini tentu terjadi tidak karena kebetulan belaka. Faktor yang mendukung adalah Oprah Winfrey mampu menggugah apa yang ada dalam hati orang-orang yang ada di sekelilingnya.

Kemampuannya berbicara dari hati ke hati bukanlah sebuah kebetulan. Dia tentu sudah berlatih dan mengasahnya, hingga menjadi seorang yang mahir.

Kemampuan bagaimana berbicara dengan orang lain ini juga merupakan salah satu bagian dari ilmu pengembangan diri.

Ketika kecantikan wajah akan hilang tergerus waktu, namun tidak untuk keindahan hati. Inilah manfaat dari pengembangan diri.

Ilmu pengembangan diri akan membuat apa yang ada di dalam diri ini menjadi lebih tampan dan cantik hingga terpancar keluar.

  • Mengetahui apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan

Setiap orang itu unik. Ada yang lemah dalam hitung-hitungan dan kuat dalam hal berimajinasi atau sebaliknya. Sebenarnya bukan hanya masalah hitung dan imajinasi saja, banyak hal lain yang bisa dijadikan sebagai kelemahan dan kekuatan kita pribadi.

Mengapa saya katakan unik disini, karena bisa jadi apa yang kita kuasai orang lain tidak mampu. Dan juga sebaliknya. Bukankah itu dikatakan semua dari kita diciptakan berpasang-pasangan sehingga kita dapat saling melengkapi.

Seringkali kita terusik dengan kelemahan yang kita miliki. Menjadi sebal, benci dan membuat kita kurang bersyukur. Yang diinginkan adalah menghilangkan kelemahan diri.

Namun jika hal ini yang terjadi tentu sangat disayangkan, justru faktor kekurangan inilah menjadi ruang agar orang lain bisa melengkapi diri kita. Sehingga kita pun dapat bekerja sama.

Berkutat untuk memperbaiki kelemahan bisa menimbulkan pusing dan frustasi. Karena belum tentu apa yang menjadi titik lemah dapat diperbaiki.

Tentunya ada hal lain yang dapt kita lakukan dibanding akhirnya kita putus asa dan merasa rendah diri.

Kita dapat berfokus untuk meningkatkan apa yang menjadi kelebihan kita hingga taraf kita menjadi seorang ahli, bukan justru meratapi apa kelemahan diri.

Ketika kita menjadi ahli di bidang tertentu bukan tidak mungkin kita dapat membantu dan mengisi kelemahan orang lain dengan keahlian kita.

Inilah yang dikatakan bahwa kita bisa bersinergi. Dalam berkeluarga bukankah bersinergi merupakan tugas kita. Dimana seluruh komponen keluarga bekerja bersama sehingga mencapai apa yng menjadi cita-cita.

  • Memiliki manajemen kehidupan yang efektif

Berapa buku yang saya baca mengajarkan tentang hal ini. Dimana sangat penting hal yang namanya manajemen kehidupan.

Dua buku yang memberikan inspirasi untuk hidup saya adalah 7 Habits Of Highly Effective People dan First Thing First. Dua buku ini berbicara bagaimana manajemen kehidupan yang baik, sehingga kita tidak tersesat dalam kehidupan.

Ada lho yang demikian, setiap hari mencari uang terus hingga tidak terasa akhirnya menjadi tua. Keluarga ditinggalkan demi karirnya.

Akhirnya dia harus kehilangan waktu bersama keluarga, serta uang hasil jerih payahnya pun habis untuk biaya hidup dan sakit yang diderita. Kasihan sekali bukan?

Inilah fakta kehidupan. Bukan satu atau dua orang saja, mungkin Anda dapat melihat cerita ini dalam lingkungan Anda. Maka dari itu sudah semestinya kita perlu belajar dan belajar lagi.

Sehingga cerita dengan sad ending tidak terjadi pada kita atau keuarga kita.

  • Mampu mengelola rasa

Banyak kan orang yang bisa dikatakan moody alias perasaannya naik turun tidak jelas. Jadi kalau pas lagi nyaman ya baik-baik saja, tapi kalau gak nyaman langsung berubah mukanya.

Selain itu ada pula yang sulit untuk mendapatkan motivasi ketika mengerjakan sesuatu, terlalu banyak alasan.

Nah inilah salah satu manfaat dari pengembangan diri, mereka mampu untuk mengelola stress atau tekanan kehidupan yang ada. Bukan digunakan sebagai bahan keluhan, namun justru digunakan sebagai dorongan. Tentunya mereka pun lebih piawai dalam mengelola rasa.

Tidak mudah marah, pesismis atau bahkan terintimidasi meski terkadang kondisi tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Mereka tetap tenang dalam menghadapi masalah. Karena orang-orang dengan pengembangan diri yang sudah matang memahami bahwa setiap masalah yang dihadapi tentu ada solusi.

Bahkan terkadang mereka melihat masalah sebagai sebuah peluang, bukan hambatan.

Masalah membuat mereka berpikir jauh lebih kreatif. Saya jadi teringat kisah Almarhum Bob Sadino dimana dia waktu itu berjualan telur.

Ternyata telur yang dijualnya, salah satunya merupakan telur yang busuk. “Kecelakaan” ini menjadikan beliau dikomplain habis-habisan oleh pembelinya. Namun apa yang beliau lakukan? Apakah menjadi ikut marah?

Ternyata tidak. Justru ibu tersebut diberikan ganti sepuluh butir telur sebagai ganti satu telur yang busuk tersebut. Perbuatan beliau justru menimbulkan efek positif.

Dimana akhirnya banyak orang tahu bahwa Bob Sadino adalah penjual yang dapat dipercaya. Hingga hari ini beliau merupakan salah satu pengusaha legenda dari Indonesia.

  • Memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi

Banyak orang merasa minder atau rendah diri, padahal mereka sebenarnya penuh potensi. Banyak buku, kaset serta makalah pengembangan diri yang berbicara tentang bagaimana memiliki rasa percaya yang tinggi.

Dengan sarana ilmu pengembangan diri ini mereka dibentuk. Sedikit demi sedikit hingga akhirnya mereka mampu untuk menghadapi ketakutan mereka.

Dengan ilmu pengembangan diri kita dituntut untuk maju dari waktu ke waktu. Dituntut untuk berani mencoba dan berprestasi.

Tidak ada kata gagal yang ada hanyalah sukses atau belajar. Ini “mantra” sehingga kita berani untuk mencoba.

Karena meski pun gagal artinya kita sudah belajar, tidak ada salahnya. Anda dapat memakainya sebagai motivasi, karena jika kita berani mencoba sekali prestasi besar pasti bukan ilusi.

Tentu membutuhkan waktu, tenaga dan biaya untuk mempelajarinya. Namun percaya saja bahwa ini semua merupakan investasi, yang akan memberikan manfaat berkali-kali lipat dibanding dengan yang sudah kita keluarkan.

Seperti nasihat banyak orang kaya investasi leher ke atas jauh lebih baik daripada investasi leher ke bawah. Hal yang menjadi pertanyaan akhir sekaligus awal dari semuanya, beranikah Anda memulai?