Banyak orang yang ingin dipahami dan dimengerti  Namun seringkali mereka bahkan tidak paham diri sendiri.

Lantas pertanyaannya, Bagaimana mungkin orang akan memahami kita jika kita sendiri tidak paham diri sendiri?

Memahami bukan persoalan mudah, apalagi memahami orang lain dikala kita belum bisa memahami diri sendiri.

Memahami diri sendiri ini seperti proses yang terus berjalan tiada henti.  Dengan proses perubahan yang terus menerus terjadi, maka kita perlu untuk menjadi teman bagi diri sendiri, memahaminya dan menemaninya di setiap perjalanan kehidupan.

Pentingnya Berteman Dengan Diri Sendiri

Apakah terbayangkan jika kita tidak bisa menjadi teman bagi diri sendiri?

Tentu akan sangat meranalah diri ini, bahkan diri sendiripun tidak mau menemani.

Pemahaman dasar ini penting, supaya kita bisa menjadi pribadi yang nyaman dengan diri sendiri dan mensyukuri setiap apa yang dimiliki oleh diri kita.

Dengan kita nyaman dengan diri sendiri, bersahabat dengan diri sendiri, bisa memahami diri sendiri, maka oranglain pun akan lebih mudah memahami kita.

Setidaknya, apabila tidak ada yang memahami kita maka diri kitalah yang bisa menjadi teman.

Baca Juga : Tipe Kepribadian Anak Menurut STIFIn

Terdengar aneh dan asing?

Namun inilah fenomena yang sering terjadi.  Kita seringkali sibuk menuntut oranglain untuk memahami kita, padahal kita sendiri tidak memahami diri sendiri.

Baca Juga : Pengembangan Diri

Maka bagaimana mungkin orang lain akan mudah memahami kita, jika kita pun tidak dapat melakukannya?

Lantas bagaimana cara untuk memahami diri sendiri?

Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk memahami diri sendiri

Setiap makhluk yang diciptakan oleh Sang Pencipta pasti memiliki kelemahan dan kelebihan.  Demikian juga kita, manusia.  Pastilah ada kelemahannya namun juga ada kelebihannya. Supaya bisa mengenali diri sendiri dengan lebih lengkap maka kita perlu memahami betul apa siy kelemahan dan kekurangan kita.

Jika kita memahami apa kelemahan kita maka kita akan bisa memaklumi setiap hasl kurang optimum yang kita hasilkan ketika sedang melakukan sesuatu.  Memahami kelemahan juga akan membantu kita untuk menemukan partner atau mitra yang tepat agar bisa menutup kelemahan kita.  Dan kelebihan kita ini juga digunakan untuk menutup kelemahan partner kita.

  • Kenali hal-hal apa saja yang mengakibatkan kita tidak nyaman dan cara tahu sebabnya.

Tidak selalu yang kita hadapi dan kita jalani menimbulkan rasa nyaman.  Ada kalanya kita akan bertemu dengan rasa-rasa tidak nyaman.  Nah kita perlu mengenali rasa tidak nyaman itu.  Apakah berasal dari respon terhadap sesuatu yang baru, ataukah respon terhadap sebuah tanda bahaya?

Mengenali rasa tidak nyaman juga akan membantu kita untuk bekerjasama dengan diri sendiri.  Jika kita bisa mengetahui sebabnya, maka kita bisa melakukan antisipasi yang lebih baik.

Baca Juga : Menertawakan Diri Sendiri Itu Sehat

  • Kembangkan kemampuan untuk berdiskusi dan berdialog dengan diri sendiri.

Ajak bagian diri kita yang sedang butuh teman untuk ngobrol dan pahamilah dia.  Sering terjadikan kita menyalahkan diri sendiri?  Bahkan ada yang marah-marah dengan diri sendiri.

Kebayang kan …bagaimana sedihnya jadi diri sendiri … udah disuruh melakukan ini itu masih dimarah-marahin pula hahaha…..Memaklumi dan memaafkan diri sendiri juga penting untuk tetap menjaga kesehatan jiwa kita.

Justru yang perlu dilakukan ketika sedang melakukan sebuah kesalahan adalah ditemani, dimaafkan dan diajak untuk bangkit lagi.  Melangkah lagi, melakukan perbaikan supaya menjadi lebih baik.

Baca Juga : Tes Kepribadian

  • Sering melihat ke dalam diri kita dan amati apa saja dialog-dialog yang ada.

Kemudian kenali mereka yang sedang berdialog.  Percaya atau tidak, namun jika kita mengamati diri kita sendiri ketika sedang diam maka akan muncul berbagai dialog yang berbeda-beda.

Kontra dan saling debat akan muncul disana.  Pada saat itu terjadi, amati juga, adakah bagian diri kita yang minoritas dan seperti mengalah?  Jika itu ada temani dia.

Jika ada yang sepertinya dominan, ajak berbicara dengan tenang supaya bisa lebih kalem. Proses dialog dengan diri sendiri yang berhasil adalah adanya ketenangan dan kesunyian ketika kita hening.  Disitulah akan kita dapatkan sebuah kedamaian.

  • Ajak diri kita yang paling lemah untuk bersyukur dan terima dia apa adanya.

Bersyukur akan menjadi pondasi dasar dari memahami diri sendiri dan berteman dengan nya.  Ini akan membantu kita untuk tetap bahagia dalam kondisi apapun.

Jangan tuntut diri kita yang paling lemah ini, tapi ajak dia untuk bekerja sama dan meningkatkan kemampuan dirinya. Biarkan diri kita yang lemah menjadi lebih kuat dan menjadi lebih baik lagi.

  • Fokus pada kekuatan bukan pada kelemahan.

Dengan berfokus pada kekuatan kita akan dapat melangkah dengan lebih percaya diri.

Memahami diri sendiri akan membuat kita nyaman dengan diri sendiri.  Karena perasaan nyaman itulah maka kita seperti memiliki amunisi untuk berkembang seluas-luasnya.

Dan yang terpenting adalah dengan perasaan ada yang menemani, rasa percaya diri kita juga akan meningkat lebih tinggi.  Dan kondisi itu sangat bagus untuk perkembangan diri kita.