Menu Tutup

Menertawakan Diri Sendiri Itu Sehat

menertawakan diri sendiri

Tadi malam tidak bisa tidur, rasanya ada begitu banyak pikiran yang melintas di otak.  Mata terpejam, namun tidak juga terlelap.

Akhirnya memutuskan untuk menuju rak buku, dan memilih buku NLP untuk bisnis karya guru saya Coach Waidi.

Membaca buku itu seperti mendapatkan beberapa insprasi yang menyegarkan.  Tentang pentingnya sebuah mindset dalam menjalankan bisnis.

Baca Juga : Pelajaran Dari Membangun Bisnis = Membangun 4 Aspek Diri Kita

Kenapa kita butuh nyali, kenapa kita perlu percaya diri, kenapa kita perlu membetulkan isi otak kita, ada di buku itu.

Menyegarkan sekaligus menenangkan.

Membangun bisnis bukanlah sebuah aktifitas monoton yang sama.  Ada begitu banyak dinamika yang setiap hari perlu dijalani oleh seorang wirausahawan.

Mulai dari relasi dengan konsumen, tim, pasar ataupun supplier.

Ada begitu banyak yang setiap hari perlu dipelajari dan diambil keputusannya untuk kemudian dilanjutkan langkahnya.

Baca Juga : Membangun Superteam Family : Membangun Keluarga Sakinah

Proses itu terkadang mengasyikkan, namun juga tidak selalu seperti itu.  Ada kalanya ketika sedang jenuh, atau sedang terlalu berharap namun kenyataannya zonk …. perlu waktu untuk mendamaikan diri sendiri, sekaligus mencoba mengambil pelajaran yang bisa didapatkan dari kejadian itu.

Bisnis akan menjadi proses yang melelahkan tanpa kita bisa mengambil pelajaran-pelajaran di dalamnya.  Bahkan jika kita hanya berkutat dengan angka-angka dan nominal yang harus kita dapatkan.  Akan terasa melelahkan.

Bagaimana Menikmati Hidup?

Refresh, berdialog dengan diri sendiri, membaca buku-buku positif dan berdiskusi menjadi menu harian yang memang perlu dilakukan untuk menjaga agar kewarasan ini tetap terjaga.

Pagi ini, setelah bangun dari tidur yang tidak juga lelap hingga pagi hari.  Setelah si om selesai bersih-bersih rumah.  Kamipun berdiskusi panjang lebar tentang kondisi bisnis terkini.

Lontaran si om, “Bukan hal yang luar biasa kok kalau ada kalanya bisnis sedang lesu.  Bukan juga sesuatu yang wow ketika ada kalanya akan ada fase dimana kita sudah mengupayakan segalanya namun hasil belum sesuai yang kita inginkan.  Biasa sajalah, seperti kita sedang bermain dan bersenang-senang.  Dan semua pebisnis juga akan mengalami masa senang atau tidak senang.  Jadi biasa saja ….”

Baca Juga : Tips Memilih Jurusan Kuliah Yang Membuat Kita Enjoy Menjalaninya

Dan lontaran si om itu membuatku tertawa tiba-tiba …. hahahaha … mana ada wirausahawan baper dan melo kelamaan …. biasa ajalah ….seperti kata si om….

Dan kami pun tertawa bersama.

Dan moment seperti ini adalah salah satu moment yang justru membahagiakan buatku.  Ketika sedang ingin menumpahkan apa yang ada dikepala dan hati, si om akan selalu mempunyai jawaban yang menurutku seringkali ajaib namun bisa membuat keluar dari fase melo …

Dan ini menyenangkan … memiliki fase melo terlalu lama itu sangat tidak seru … tidak asyik … dan maunya pengin cepat-cepat keluar dari kondisi itu.  But …. hahahaha si melo juga kan perlu untuk di ajak bicara.  Perlu di ajak dialog, memahami apa yang sedang terjadi.  Supaya dia bisa berdamai dengan tenang.  Bukan damai karena terpaksa.

Baca Juga : Tes Kepribadian

Sesi diskusi yang berlanjut dengan adegan menertawakan diri sendiri pagi ini membuatku kembali merasa terisi dan penuh.  Siap untuk melanjutkan perjalanan yang telah dimulai.  Termasuk membuat tulisan yang kemudian terlintas ingin di ketikkan di web ini.

Seperti mengingatkan diri sendiri akan pelajaran penting yang disampaikan oleh guru bisnis internasional, Robert T. Kiyosaki.  Bahwa menjalani bisnis sama dengan mengupgrade kemampuan kita di 4 pilar utama. Bismillah …

 

Posted in Curhat Kita