Mengenal Diri Sendiri

Mengenal Diri Sendiri

Pernah ngga siy bertanya-tanya ke diri sendiri?

Sebenarnya buat apa siy aku lahir?

Kenapa siy Sang Pencipta menciptakan aku?

Untuk apa siy aku dilahirkan?

Pertanyaan galau ini pernah lama banget jadi pertanyaan, dan lama juga menemukan jawabannya.

Apalagi di masa-masa krisis identitas remaja yang ngga jelas juntrungannya itu, sepertinya ngerasa, entah buat apa aku mesti dilahirkan di dunia.  Apa hanya untuk merasakan pahitnya dunia?

Baca Juga : Percaya Diri = Percaya Pada Diri Sendiri

Hahahaha …. pertanyaan lebay itu biasanya muncul kalau lagi ada masalah yang rasanya …..saakiiitt banget….seolah-olah ingin menyalahkan Tuhan karena membuat kita sengsara.

Wkwkwkwkwk….serunya lagi adalah, pertanyaan itu ternyata tidak hanya ditanyakan oleh remaja.  Kalau remaja bertanya dia akan secara jujur bertanya dengan kepolosannya.

Kalau kita-kita yang sudah dewasa biasanya sudah melupakan pertanyaan itu karena tidak juga menemukan jawabannya, atau lupa bertanya lagi karena saking banyaknya hal-hal yang harus dilakukan (termasuk menikmati ke tidak enjoyan hidup juga).

Namun, kalau sempat sebentar saja merenung, biasanya pertanyaan yang sama akan muncul lirih … dan kerapkali menjadi kegalauan yang tidak terucapkan….. (bahasanya itu hlo….).

Proses Mencari Jati Diri

Proses mencari jatidiri memang sebuah proses panjang yang bisa jadi tidak terjawab hingga usia menutup mata.

Lantas pertanyaannya kemudian adalah … apakah berarti kita telah menjalani hidup tanpa makna?

Kesibukan yang setiap hari dilakukan dengan segenap tenaga dan pikiran, tidakkan mempunyai arti?

Hahahaha….bahasanya makin lebay….

Lebay, namun ternyata itu banyak terjadi.  Pertanyaan yang ketika remaja muncul … seringkali tidak mendapatkan jawaban hingga akhir hayat.

Kegundahan ini sebenarnya berasal dari ketidakpekaan kita mendengarkan diri sendiri.

Jika mau sejenak diam dan hening, maka kita akan mendengarkan begitu banyak sisi diri kita yang berkata dan berbicara ke diri kita.

Sayangnya itu adalah sesuatu yang semakin jarang dilakukan diera yang semakin rumit dan sibuk ini.

Hari-hari yang kita jalani menjadi seperti keseharian yang bergerak dari waktu ke waktu tanpa kita sempat untuk merenungkan, menikmati dan menghayatinya.

Suara-suara lirih itu seakan-akan semakin tenggelam di antara target dan pekerjaan yang mesti diselesaikan dalam waktu – waktu yang telah ditentukan.

Dalam bentuk ketergesa-gesaan dateline yang setiap hari menanti dari pagi membuka mata hingga malam mata tertidur kembali.

Baca Juga : Saatnya Jadi Diri Sendiri

Hidup tanpa merasakan dan menikmati hidup sendiri apakah kemudian memberikan makna?

Ditambah lagi dengan uang yang setelah di dapat habis untuk kebutuhan hidup dan gaya hidup yang terus meningkat tanpa kita akan tahu akan berhenti di angka berapa?

Terus mengejar …. dan mengejar terus …. tanpa tahu akan berhenti di mana, tanpa tahu apa yang sebenarnya dikejar…:)

Pertanyaan reflektif ini terkadang berat jika dipikirkan, namun akan melegakan jika dirasakan.

Proses menemukan diri sendiri sebagai sebuah perjalanan akan memerlukan waktu yang tidak sebentar.

Bagaimana Menemukan Diri Sendiri?

Namun kini ada beberapa alat yang bisa membantu kita melakukannya dengan lebih mudah dan cepat.

Alat yang telah aku gunakan dan rasanya nyaman di terapkan adalah cara mengenal mesin kecerdasan ala STIFIn dan tallent mapping ala Abah Rama.

Mengetahui mesin kecerdasan dengan konsep STIFIn memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang siapa diri kita, bagaimana kita berpikir dan menerima informasi, juga bagaimana kita mengolah informasi untuk kemudian bertindak berdasarkan hasil olahan otak kita.

Mengetahui mesin kecerdasan akan membantu kita memahami, kenapa seperti ini?

Bila berkaitan dengan apa maunya kita.

Sehingga rasanya lebih merasakan diri sendiri, lebih bisa memahami diri sendiri.

Mengetahui dan memahami diri sendiri akan menjadi awal melakukan sesuatu yang feelnya kerasa tapi masih belum tau …sesuatunya itu apa? Hahahaha ….(galau sesi lanjutan).

Yang kemudian banyak terbantu dengan tallent mapping.

Hasil penjelasan tallent mapping ini yang kemudian membantu menemukan, apa bidang yang mau ditekuni dan bagaimana menjalankannya.

Baca Juga : Pengembangan Diri

Sudah dijalani sebenarnya bidang itu, tapi jadi makin memantapkan dan meyakinkan untuk memilih mana yang akan difokuskan dan ditekuni.

Supaya tidak belajar banyak hal yang nantinya ternyata tidak berkorelasi langsung dengan bidang yang mau dipilih itu.

Bismillah….