Pengembangan Diri Di Sekolah – Mengembangkan potensi diri bagi seorang siswa itu menjadi penting, karena ada banyak alasan mengapa sebagai seorang siswa mereka harus tahu bagaimana caranya mengembangkan potensi diri.

Selain itu mereka juga harus mampu menemukan potensi diri mereka sesuai dengan kebutuhan dan kesenangan masing-masing orang.

Selama masih menjadi siswa, penting bagi mereka mengenal dunia luar, bukan sebatas pada dunia sekolah yang berisi pelajaran saja. Karena pengalaman di luar jauh bisa memberikan pengalaman yang berharga dan memberikan pelajaran bagi para siswa.

Bahkan potensi yang dimiliki seorang siswa banyak dihasilkan dari kegiatan mereka selama diluar pelajaran.

Baca Juga : Materi Pengembangan Diri

Pengembangan Diri Guru

Pengembangan diri guru ialah upaya untuk meningkatkan profesionalisme diri sebagai seorang guru atau pengajar agar memiliki kompetensi dan kemampuan yang sesuai dengan peraturan perundangan dan dapat melaksanakan tugas pokok dan kewajibannya dalam memberikan pengajaran terhadap siswa di sekolah.

Kegiatan pengembangan guru telah diatur oleh pemerintah melalui program PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan). Kegiatan pengembangan diri seorang guru tersebut terdiri dari diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru.

PKB merupakan bagian yang penting dalam proses pengembangan diri guru agar menjadi lebih profesional.

Dari program PKB diharapkan seorang guru dapat mengembangkan diirinya sesuai kebutuhannya sebagai seorang pelajar dan meningkatkan kompetensi yang dimilikinya sehingga diharapkan untuk kenaikan pangkat ataupun jabatan fungsional guru.

Baca Juga : Ilmu Pengembangan Diri

  • Pendidikan dan Pelatihan (diklat) Fungsional

Diklat fungsional guru sudah diatur dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan angka Kreditnya.

Diklat fungsional sendiri merupakan kegiatan guru dalam mengikuti pendidikan serta latihan yang memiliki tujuan agar guru dapat mencapai standar profesi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Kegiatan – kegiatan yang dilakukan berupa kursus, pelatihan, penataran, ataupun bentuk diklat yang lain.

  • Kegiatan Kolektif Guru

Kegiatan kolektif guru yaitu kegiatan guru berupa mengikuti kegiatan pertemuan ilmiah ataupun kegiatan bersama dengan para guru lainnya yang memiliki tujuan untuk mencapai standar kompetensi profesi guru itu sendiri. Kegiatan kolektif guru ini misalanya lokakarya kelompok guru untuk menyusun kurikulum ataupun materi pembelajaran. Kegiatan kolektif  lainnya yaitu mengikuti seminar, diskusi maupun pertemuan ilmiah. Kegiatan Kolektif guru biasanya terselenggara karena perintah atau utusan dari sekolah, tapi tidak jarang guru memiliki kesadaran sendiri untuk mengikuti kegiatan kolektif demi pengembangan dirinya.

Pengembangan Diri Melalui Pelayanan Konseling

Pengembangan diri siswa di sekolah biasanya difasilitasi atau dibimbing oleh konselor, guru, dan tenaga profesional lain. Pengembangan diri siswa diarahkan agar dapat mengembangankan karakter siswa agar dapat mengatasi persoalan dirinya maupun persoalan masyarakat di lingkungan sekitar ia tinggal. Wadah pengembangan diri yang disediakan sekolah salah satunya melalui bimbingan konseling.

Baca Juga : Arti Pengembangan Diri

Bagi siswa di sekolah tingkat SMP dan SMA pasti tidak asing dengan adanya guru BK atau guru Bimbingan Konseling. Di masing-masing sekolah juga biasayanya ada ruangan khusus yang disebut dengan ruang BK (Bimbingan Konseling). Ruangan ini memiliki stigma negatif di kalangan siswa siswi, karena biasanya yang masuk ruangan ini adalah siswa yang bermasalah saja atau dianggap bandel. Masih banyak juga siswa yang merasa takut jika harus menghadap guru BK.

Layanan bimbingan konseling diperlukan bagi siswa agar kebutuhan psikologis siswa dapat terpenuhi. Selain itu bimbingan konseling juga untuk mengembangkan kecakapan sosial siswa agar dapat berkembang dengan baik. Pelayanan bimbingan konseling di sekolah sebenarnya salah satu usah membantu siswa agar dapat berkembang baik dalam kehidupan pribadi, lingkungan keluarga, kehidupan sosial dan perencanaan karir di masa yang akan datang. Bimbingan konseling bisa dilakukan baik secara individual ataupun secara kelompok tergantung kebutuhan siswa.

Pada hakikatnya bimbingan konseling berarti pemberian bantuan kepada siswa yang dilakukan oleh seorang guru (guru BK) berupa interaksi secara langsung. Interaksi secara tatap muka ini dalam rangka agar siswa memperoleh pemahaman diri yang lebih baik, dapat melakukan kontrol diri, dan dapat mengatasi masalah yang sedang dihadapi siswa tersebut. Lebih jauh lagi bimbingan konseling diharapkan dapat membuat siswa mengetahui potensi yang ada dalam dirinya sehingga bisa dikembangkan dengan optimal demi masa depannya. Guru BK dalam hal ini sebagai konselor dapat memberikan informasi mengenai peluang-peluang yang ada kepada siswa. Bimbingan konseling juga membantu mengatasi masalah, kelemahan serta hambatan yang sedang diamali oleh siswa.

Baca Juga : Cara Pengembangan Diri

Fungsi Bimbingan Konseling di Sekolah

Bimbangan konseling di sekolah memiliki fungsi-fungsi, antara lain sebagai berikut:

  1. Menghasilkan pemahaman tentang sesuatu tergantung keperluan siswa, misalnya pemahaman tentang diri siswa; pemahaman tentang lingkungan siswa dalam hal lingkungan keluarga, sekolah, dan sosial; pemahaman tentang dunia yang lebih luas misalnya informasi pendidikan, budaya dan lain sebagainya.
  2. Menghasilkan pencegahan atau terhindarinya siswa dari permasalahan yang dapat mengganggu proses perkembangan siswa tersebut.
  3. Berfungsi dapat memecahkan atau mengatasi berbagai masalah yang dialami oleh siswa.
  4. Menghasilkan terpeliharanya dan perkembangan berbagai potensi serta kondisi siswa dalam rangka perkembangan secara berkelanjutan.

Baca Juga : Buku Pengembangan Diri

Pengembangan Diri Siswa Melalui Kegiatan Ekstra Kurikuler

Pelayanan pengembangan diri bukan hanya tugas dan tanggungjawab konselor ataupun Guru BK. Pengembangan diri lingkupnya cukup luas hingga menyentuh bakat dan minat siswa agar dapat berkembang dengan baik.

Oleh karena itu sekolah biasanya menyediakan kegiatan kegiatan yang khusus sesuai dengan bakat dan minat para siswanya. Kegiatan ini biasa disebut dengan kegiatan ekstra kurikuler. Kegiatan ekstra kurikuler yang disediakan disekolah belum tentu sama antara sekolah satu dengan yang lain, tergantung lingkungan dan budaya siswa di sekolah tersebut.

Kegiatan ekstra kurikuler ialah kegiatan pendidikan yang dilakukan di luar mata pelajaran dan diluar pelayanan konseling. Kegiatan ini bertujuan membantu pengembangan siswa sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat siswa melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh sekolah.

Baca Juga : Program Pengembangan Diri

Fungsi Kegiatan Ekstra Kurikuler

Kegiatan ekstra kurikuler memiliki beberapa fungsi antara lain sebagai berikut:

  1. Mengembangkan kreativitas dan kemampuan siswa sesuai dengan potensi, bakat dan minat siswa tersebut.
  2. Mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial para siswa
  3. Mengembangkan suasana yang rileks, menyenangkan dan menggembirakan bagi para siswa yang dapat menunjang proses perkembangan dirinya.
  4. Mengembangankan kesiapan karir ataupun masa depan para siswa.

Baca Juga : Pengembangan Diri Dan Karir

Aneka Macam Kegiatan Ekstra Kurikuler

Kegiatan ekstra kurikuler ini bentuknya bermacam-macam antara lain sebagai berikut :

  1. Kegiatan ini meliputi kegiatan terorganisir seperti kepramukaan, Latihan dasar kepemimpinan (LDK), dan Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA)
  2. Karya Ilmiah. Kegiatan karya ilmiah meliputi Penelitian dan Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR)
  3. Latihan, Keberbakat, Prestasi. Yang masuk kategori ini misalnya pengembangan bakat olah raga, seni dan budaya, pecinta alam, jurnalistik, keagamaan, dan teater. Ekstra kurikuler ini yang biasanya banyak diminati oleh siswa.
  4. Seminar, lokakarya, dan pameran. Substansi dari kegiatan ini biasanya mengenai karir, pendidikan, kesehatan, keagamaan, sosial, dll.