Pengembangan Diri Menurut Para Ahli

Abraham Maslow

Pengembangan Diri dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang cara menggali potensi diri dan mengasahnya secara maksimal.

Berbeda dengan Pengembangan Pribadi yang biasanya diartikan sebagai latihan fisik seperti cara berjalan, berkomunikasi , berpidato, berpakaian,dsb. Pengembangan diri lebih dalam bahasannya dari hal tersebut.

Pengembangan diri sudah dikenal sejak jaman dahulu kala, hal ini karena orang – orang menyadari bahwa pengembangan diri merupakan sesuatu yang penting untuk dilakukan sejak dahulu.

Pengembangan diri sebagai sebuah ilmu juga sudah ada dari dahulu. Hingga ada beberapa tokoh yang ikut menyumbangkan pikirannya dalam teori teori pengembangan diri.

Pengertian Pengembangan Diri Menurut Para Ahli

Berikut beberapa pengertian tentang Pengembangan Diri menurut para ahli :

  • Abraham Maslow

Menurut Abraham Maslow, pengembangan diri adalah suatu usaha individu dalam memenuhi kebutuhannya terhadap aktualisasi diri. Kebutuhan aktualisasi diri yaitu kebutuhan puncak atau tertinggi diantara kebutuhan-kebutuhan manusia.

  • Mc Clelland

Menurut Mc Clelland, pengembangan Diri dapat dikategorikan pada usaha pemenuhan kebutuhan untuk berprestasi.

Prestasi yang dimaksud disini ialah dalam pengertian luas, tidak sekedar dalam ruang lingkup akademis misalnya prestasi dalam berkarir, prestasi dalam lingkungan masyarakat dan politik, serta lain sebagainya.

  • Erik Erikson

Menurut Erik Erikson setiap orang menjalani serangkaian “krisis psikososial” pada saat jatuh tempo. Setiap orang memiliki rintangan emosional tertentu untuk mengatasinya.

Bagaimana mereka mengatasi rintangan tersebut mempengaruhi perkembangan pribadi mereka.

  1. Jean Piaget – berpusat pada gagasan bahwa anak-anak adalah pembelajar aktif dan termotivasi. Jean menganjurkan apa yang dikenal sebagai “kontruktivisme kognitif “ yang berarti bahwa siswa membuat belajar mereka sendiri melalui interaksi dengan lingkungan. Berteori bahwa pembelajaran terjadi melalui asimilasi dan akomodasi proses.
  2. Lev Vygotsky – teori ini juga disebut sebagai “ Kontruktivisme Sosial “. Dia percaya bahwa bahasa, khususnya inner speech memainkan peran utama dalam pengembangan diri.
  3. Lawrence Kohlberg – teori ini bertujuan sebagai pengembangan diri penalaran moral. Bagaimana individu berpikir tentang situasi bermoral. Menganjurkan mengajar penalaran moral melalui penyajian dilemma moral.

Pengembangan Diri Motivasi

Berkembang yakni kondisi dimana seseorang selalu bertambah baik dari kondisi sebelumnya sedangkan motivasi merupakan salah satu penggerak atau dorongan untuk seseorang melakukan sesuatu.

Untuk membuat hidup kita selalu berkembang tentunya kita membutuhkan motivasi yang selalu dipupuk setiap waktu.

Salah satu hal yang mendasari kita untuk mempelajari segala ilmu terkait pengembangan diri dan motivasi yakni dengan mengetahui rangkaian manfaat dan tujuan didalamnya.

Baik dalam mengekspresikan diri berdasarkan minat dan bakat maupun untuk melatih keahlian diri menjadi lebih  baik.

Motivasi adalah daya pendorong dari dalam diri keinginan kita agar terwujud. Lebih mudahnya dapat diartikan sebagai energi pendorong dari dalam agar sesuatu yang kita inginkan dapat terlaksana. Motivasi sangat berhubungan dengan keinginan serta ambisi, bila salah satunya tidak ada, motivasi pun tidak akan timbul.

Biasanya diri kita yang memiliki keinginan dan ambisi yang besar, tetapi kurang memiliki inisiatif dan kemauan untuk mengambil langkah dalam mencapainya.

Hal ini menunjukkan kurangnya motivasi dari dalam diri kita sendiri. Motivasi dapat menguatkan ambisi, meningkatakan rasa inisiatif serta dapat membantu dalam mengarahkan energi yang ada dalam diri kita untuk mewujudkan apa yang kita inginkan.

Motivasi akan besar, bila seseorang memiliki visi atau tujuan yang  jelas dari apa yang ia inginkan.

Jika gambaran mengebai kondisi apa yang ia inginkan sudah jelas dalam bayangan, maka motivasilah yang akan membantu dirinya melangkah maju dan mengambil langkah selanjutnya untuk merealisasikan apa yang diinginkannya.

Pengembangan diri kita apapun itu harus dilakukan dengan motivasi, mulai dari karir, spiritual keagamaan, kehidupan sosial, dan lain sebagainya.

Dalam kehidupan kita, kita sering meniatkan untuk melakukan pengembangan atau merubah kondisi yang kita miliki, tapi sering tidak dilakukan dan berhenti hanya sebagai niat saja.

Kenapa berhenti?

Hal tersebut dapat terjadi sebab kurangnya motivasi, antusiasme, keinginan, determinasi, kemauan dan disiplin.

Pengembangan Diri Orang Dewasa

Orang dewasa adalah orang yang dianggap telah cukup umur dan dapat bertanggung jawab untuk kehidupannya sendiri.

Proses belajar dan mengembangakan diri bagi orang dewasa berhubungan dengan bagaimana caranya ia mengarahkan dirinya sendiri untuk bertanya dan mencari jawabannya sendiri.

Yang dapat membedakan anak-anak dengan orang yang sudah dewasa bisa dilihat dari 3 hal yaitu :

  1. Psikologis. Orang dewasa dapat mengarahkan diri sendiri, tidak bergantung pada orang lain, dapat bertanggung jawab, mandiri, berani mengambil resiko, dan dapat mengambil keputusan.
  2. Biologis. Orang dewasa pada umumnya telah menunjukkan tanda-tanda kelamin sekunder.

Hal hal diatas dapat menunjukkan bahwa seseorang yang dewasa telah mengalami proses dimana dirinya berkembang, mulai dari fisik maupun psikis.

Berbeda dengan anak-anak ataupun remaja usia sekolah yang pengembangan dirinya masih dilakukan melalui bimbingan orang lain, orang dewasa dapat melakukan pengembangan dirinya sendiri.

Secara natural orang yang sudah dewasa dapat mengenali lingkungan sekitarnya, mengetahui apa yang diinginkannya, serta dengan pengetahuan yang ia miliki ia dapat berkembang dengan caranya sendiri.

Pengembangan Diri Sendiri

Setiap manusia pada dasarnya memiliki banyak hal yang bisa dikembangkan. Tetapi hanya beberapa dari diri kita yang mengetahui bagaimana cara untuk mengenali dan mengembangkan potensi yang kita miliki.

Dalam mengembangkan diri yang dilakukan secara mandiri atau sendiri, berikut ada beberapa cara yang dapat membantu kita dalam mengenali potensi yang ada dalam diri kita.

  1. Kenali diri sendiri. Buatlah beberapa daftar pertanyaan, lalu jawablah sendiri dengan jujur. Contohnya: Hal apa yang membuat kita bahagia? Apa cita cita kita? Hal apa yang dapat mengganggu anda mewujudkan cita cita?
  2. Tentukan Tujuan Hidup. Tujuan hidup kita bisa kita bagi menjadi tujuan hidup jangka pendek dan jangka panjang.
  3. Buat Motivasi Hidup. Untuk mencapai tujuan ataupun cita-cita hidup kita, diperlukan hal yang dapat mendorong kita untuk selalu berusaha mewujudkannya. Buatlah daftar daftar alasan kenapa kita harus mencapai tujuan hidup kita tersebut.
  4. Positif thinking. Selalu berfikir positif terhadap hambatan yang ada dalam hidup kita, jadikanlah evaluasi agar dapat lebih baik lagi kedepannya.
  5. Bertanya pada orang yang tepat. Orang terdekat biasanya dapat mengenali diri kita dengan baik karena sering bersama. Orang terdekat misalnya orangtua, saudara kandung, dan teman karib.

Setelah kita dapat memahami apa yang menjadi potensi diri yang kita miliki, maka langkah selanjutnya yaitu mengembangkan potensi diri kita sendiri. Lalu bagaimana caranya agar kita dapat mengembangkan potensi yang kita miliki?

Artikel Terkait :

Cara Mengembangkan Potensi Diri Sendiri

Berikut ini ada beberapa tips yang dapat digunakan:

  1. Awali dengan niat
  2. Berfikir positif terhadap segala hal
  3. Berkomitmen
  4. Terbuka terhadap saran, kritik dan masukan dari orang lain
  5. Konsisten dengan apa yang kita lakukan
  6. Yakin pada diri sendiri

Tinggalkan Balasan