Apa yang dimaksud dengan pengembangan?

Pengembangan bisa diartikan sebagai proses bertumbuh dan berkembang ke arah yang lebih baik.

Pengembangan bisa dilakukan apabila telah ada materi dasarnya, yaitu sesuatu yang saat ini telah ada.  Agar lebih baik maka perlu dikembangkan dan diperbaiki.

Baca Juga : Motivasi Pengembangan Diri

Apa yang dimaksud dengan pengembangan diri?

Nah berhubungan dengan pengembangan diri berarti bagaimana kita bisa melakukan upaya untuk menjadikan diri kita menjadi semakin lebih baik.  Mengasah potensi yang ada di dalam diri kita sehingga nantinya akan berada di titik ahli atau handal di bidang itu.

baca Juga : Ilmu Pengembangan Diri

Apa yang dimaksud dengan percaya diri?

Tentu saja, pada saat kita memiliki kemampuan dan terus bertumbuh menjadi lebih baik, maka kita akan memiliki percaya diri.

Dengan demikian, percaya diri bisa diartikan sebagai sebuah situasi dimana kita yakin dengan diri sendiri, merasa mampu untuk menghadapi dan melakukan tantangan yang ada dihadapan.

Perasaan mampu dan yakin ini tentu muncul karena kita memahami betul apa saja kekuatan dan kemampuan yang ada pada diri kita.

Baca Juga : Percaya Diri = Percaya Pada Diri Sendiri

Jelaskan apa yang dimaksud dengan potensi diri?

Potensi diri bisa diartikan sebagai kemampuan yang terpendam dari dalam diri seseorang.

Karena bentuknya masih potensi terpendam, maka dibutuhkan sebuah upaya untuk menggali dan mengasahnya sehingga berubah menjadi sebuah kemampuan/ketrampilan/keahlian khusus.

Nah, dari uraian-uraian di atas bisa kita menarik benang merah bahwa pengembangan diri adalah sebuah proses yang berlangsung kontinyu dan berkesinambungan.

Baca Juga : Kecerdasan Spiritual

Apa yang dilakukan dalam proses yang berkesinambungan tersebut?

Tentu saja prosesnya diawali dengan :

  1. menemukan dahulu potensi yang dimiliki
  2. mempersiapkan rencana pengembangan atas potensi yang telah dimiliki tersebut
  3. mengasah dan melatih potensi tersebut dengan latihan yang terukur dan terencana.

Baca Juga : Daftar Buku Pengembangan Diri Yang Sangat Efektif

Mari kita kupas proses tersebut satu persatu.

  1. Menemukan dahulu potensi yang dimiliki

Potensi karena memang letaknya terpendam, seringkali tidak bisa dilihat sepintas.  Untuk bisa menemukan potensi tersebut dibutuhkan pengamatan dan pemahaman tentang diri sendiri yang cukup baik.

Baca Juga : Mengenal Diri Sendiri, Fase Galau Yang Perlu Dilewati

Menemukan potensi bisa dilakukan dengan beberapa cara , diantaranya adalah :

  • Melalui pengamatan terhadap diri sendiri

Cara yang pertama ini bisa dilakukan apabila kita adalah orang dewasa yang mulai mengenal tentang konsep diri dan tentang siapa kita.

Biasanya munculnya kesimpulan tentang apa potensi yang dimiliki dilalui melalui sebuah proses pengamatan dan dialog yang panjang dengan diri sendiri

Waktu yang diperlukan untuk sampai pada tahap keputusan seringkali tidak sebentar, bahkan ada yang tidak dapat menemukannya hingga akhir hayat.

Kenapa demikian?  Karena kita seringkali lupa untuk menjadikan diri kita sendiri sebagai teman diskusi.

Kita lebih banyak sibuk dengan apa yang ada diluar diri kita dan lupa untuk terus bertanya dan berdiskusi dengan diri sendiri.

Baca Juga : Menertawakan Diri Sendiri Itu Sehat

Hambatan terbesar untuk proses ini adalah rasa malas, rasa tidak mau mengambil risiko, atau bahkan sikap ingin mencari yang paling mudah.

Padahal sesungguhnya proses untuk menemukan potensi diri, terkadang memerlukan sebuah proses penggodogan yang bisa jadi akan tidak nyaman dirasaakan.

Nah inilah yang kemudian menghambat munculnya potensi keluar ke permukaan.

Sikap ingin melakukan yang termudah, tercepat, terenak di awal adalah tantangan besar bagi yang ingin menemukan potensi diri dengan jalan mencari sendiri.

Bukan hanya itu saja, pada akhirnya yang terjadi seringkali adalah potensi yang muncul karena terpaksa atau karena dipaksa oleh keadaan.

Dan ini bisa jadi muncul dari tempaan alam yang memang mengarahkan pribadi itu sendiri.  Bukan berasal dari perencanaan yang disusun dan di drive dari diri sendiri.

Biaya kegagalan untuk proses ini juga besar.  Ada fase trial dan error yang menjadikan proses ini berbiaya mahal, namun tidak banyak yang menyadarinya.

Biaya terbesar yang harus dikeluarkan adalah waktu yang berlalu dengan cepat, sehingga pada saatnya potensi ditemukan, usia telah berada di fase tenaga berkurang, kemampuan fisik berkurang, dan kecepatan fisik melambat.

Maka bisa dibilang ini adalah sebuah pilihan yang cukup berat, namun banyak di pilih oleh sebagian besar orang.

  • Meminta masukan dari orang lain yang mengenal dekat dengan kita

Setiap orang membutuhkan cermin bagi dirnya.  Karena kita tidak dapat melihat apa yang ada dimuka kita sendiri.

Kita juga tidak dapat melihat punggung kita sendiri tanpa cermin.

Artinya apa?  Artinya adalah untuk dapat melihat diri kita secara utuh, maka kita perlu cermin.

Apa yang dimaksud dengan cermin dalam konteks ini?

Cermin dalam konteks menemukan potensi diri adalah orang-orang disekitar kita yang memberikan masukan dan feedback tentant siapa kita menurut versi mereka.

Pertanyaan ini bisa kita tanyakan pada mereka yang telah mengenal kita dengan baik (teman dekat, rekan kerja sahabat, oranga tua, saudara).   Sering berinteraksi dengan kita.  Dan telah banyak melewatkan bermacam-macam kondisi yang berbeda dengan kita.

Namun bisa juga kita tanyakan kepada mereka yang memang baru mengenal kita untuk dapat menangkap citra apa yang mereka pahami tentang diri kita.

Baca Juga : Memahami Diri Sendiri = Membantu Memahami Orang Lain

Ini bisa dikatakan sebuah proses yang memang membutuhkan komitmen tinggi untuk melakukan.  Karena agar kita mendapatkan gambaran yang lebih utuh dengan kita yang sebenarnya, diperlukan banyak masukan dari berbagai perspektif.

Nah, masukan-masukan itu kemudian kita olah dan kita jadikan sebagai gambaran diri kita, termasuk potensi-potensi yang kita miliki.

Tanyakan juga tentang hal-hal tersembunyi yang mereka tangkap dan kita tidak menyadarinya.  Ini penting agar kita tidak melewatkan sebuah jawaban penting tentang pertanyaan kita, apa sebenarnya potensi diri kita?

Kedua cara di atas bisa dikatakan metode yang memerlukan energi besar, waktu lama dan biaya tidak sedikit.  Dengan sumberdaya yang telah dikeluarkan tersebut, tenyata tidak semuanya menemukan jawabannya.

Sehingga bisa dikatakan, itu adalah 2 cara konvensional yang bisa dicarikan cara kekinian lainnya.

Saat ini banyak metode-metode tes bakat dan minat yang banyak ditawarkan.  Salah satunya adalah menggunakan tes mesin kecerdasan STIFIn.

Dengan menggunakan tes mesin kecerdasan STIFIn, maka kita akan menemukan hal-hal tersembunyi dari diri kita dengan cepat dan mudah.

Proses yang dilakukan hanya dengan melakukan scan 10 sidik jari kita, ditunggu beberapa menit, maka jawabannya sudah akan muncul.

Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh Tentang STIFIn Tes

  1. Mempersiapkan rencana pengembangan potensi

Ketika kesimpulan tentang apa potensi kita telah muncul, maka yang perlu dilakukan selanjutnya adalah bagaimana kita menyusun program  untuk mengembangkan diri.

Akan lebih baik lagi jika proses penyusunan program pengembangan diri ini dipandu oleh pelatih yang memang ahli di bidang itu.  Supaya program yang kita susun benar-benar efektif dan terarah.

Jangan sampai ketika kita melakukannya ternyata arahnya tidak tepat, maka akan membutuhkan koreksi untuk mengembalikan kearah yang  sesuai.

Maka bisa dikatakan juga bahwa langkah pengembangan diri yang kita lakuakan ini terdesain dengan baik. (Baca Juga : Program Pengembangan Diri)

  1. Mengasah dan melatih potensi

Ada sebuah teori yang menyatakan, diperlukan latihan 10.000 jam untuk bisa menguasai sebuah bidang keahlian.  Dan ini tentunya 10.000 yang terfokus pada kekuatan dengan bimbingan pelatih atau coach.

Yang paling penting dalam proses ini adalah persiapan sumber daya dan konsistensi.

Apabila latihan dilakukan 4 jam sehari, maka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik ahli adalah 2500 hari atau 6 tahun 9 bulan.

Baca Juga : Pengembangan Diri dan Karir

Baca Juga : Cara Pengembangan Diri

Jika merujuk pada konsep diatas maka bisa dikatakan bahwa program pengembangan diri bukanlah program instant yang bisa diperoleh dalam waktu singkat.

Dibutuhkan komitmen, konsistensi dan ketekunan.  Namun demikian, hasil tidak akan pernah mengkhianati proses.