Memahami diri sendiri menjadi sebuah kebutuhan yang muncul secara alami.  Mengetahui bagaimana emosi-emosi yang kita miliki, kemampuan apa saja yang kita punya, dan potensi-potensi apa yang masih belum tergali, seringkali menjadi pertanyaan besar yang menggelayuti pikiran.

Kebutuhan itu bisa jadi muncul karena memang secara naluri kita ingin menjadi yang terbaik.  Kita ingin tumbuh dan berkembang.  Dan kita ingin selalu menjadi lebih baik.

Kebutuhan-kebutuhan itulah yang kemudian memunculkan sebuah ide tentang tes kepribadian.  Yaitu sebuah metode untuk dapat menangkap dan mengungkap sisi kepribadian seseorang yang bisa jadi belum bisa dipahami oleh dirinya sendiri.

Baca Juga : Pengembangan Diri

Dan di dunia ini ada begitu banyak teknik atau cara untuk melakukannya.

Tes Kepribadian MBTI

Salah satunya yang terkenal dan banyak digunakan adalah metode MBTI.  Sebuah metode tes kepribadian  yang dikembangkan oleh Isabell  Briggs Myers dar tahun 1940.

MBTI adalah tes psikologi yang digunakan untuk mengukur kecerdasan individu, bakat dan tipe kepribadian seseorang (https://mbti.anthonykusuma.com).

Teori yang digunakan pada konsep tes kepribadian MBTI adalah teori tentang preferensi kepribadian yang menjadi buah pemikiran dari Carl Gustav Jung.  Buku Carl Gustav Jung tentang preferensi kepribadian ini berjudul “Psychological Types”.

Menurut konsep MBTI, kepribadian manusia ini dikelompokkan menjadi 4 dimensi.  Dan orang memiliki kombinasi di ke 4 dimensi tersebut.

Empat kombinasi  dimensi kepribadian ini lah yang akhirnya menjadikan manusia memiliki 16 Tipe Kepribadian.

Apa saja dimensi sifat dasar kepribadian menurut MBTI?

  1. Dikenal dengan nama dimensi pemusatan perhatian yang terdiri atas Introvert (I) dan Ekstrovert (E)
  2. Dimensi dalam memahami dan menerima informasi dari luar dirinya. Dikenal dengan nama  Sensing (S) dan Intuition (N)
  3. Dimensi seseorang dalam mengambil kesimpulan dan membuat keputusan atas informasi yang telah di terimanya.  Dimensi ini terdiri atas dimensi  Thinking (T) dan Feeling (F)
  4. Merupakan dimensi pola hidup yang terdiri atas Judging (J) atau Perceiving (P)

Nah keempat dimensi itulah yang kemudian menjadi dasar untuk menentukan tipe kepribadian seseorang.

Tes Kepribadian STIFIn

Tes kepribadian STIFIn ini juga menggunakan preferensi terhadap buku karya Carl Gustav Jung, namun terdapat perbedaan konsep yang cukup mendasar bila di bandingkan dengan tes kepribadian MBTI.

Hal mendasar yang ingin ditangkap dari tes kepribadian STIFIn adalah Mesin Kecerdasan seseorang.

Mesin kecerdasan ini juga bisa diartikan sebagai lokomotif atau leader otak yang memimpin belahan otak lainnya.  Dan ditentukan berdasarkan pada belahan otak yang paling sering digunakan.

Jenis mesin kecerdasan yang terdapat dalam konsep kepribadian STIFIn adalah :

  1. Sensing

Kepribadian yang letak mesin kecerdasannya berada di limbik sebelah kiri.  Karena letaknya yang berada di limbik kiri inilah menjadikan orang dengan mesin kecerdasan sensing memiliki kemampuan kuat untuk menangkap sesuatu menggunakan panca inderanya.

Karena itu, kepribadian orang dengan mesin kecerdasan sensing adaah bersifat praktis dan konkret.

Segala sesuatu akan lebih mudah dipahaminya jika itu adalah sesuatu yang dapat ditangkap oleh panca inderanya.

Baca Juga : Tahukah Anda Apa Itu Mesin Kecerdasan Sensing di STIFIn?

  1. Thinking

Mesin kecerdasan Thinking terletak pada Neokortek kiri.  Kemampuan terbaiknya ada pada kemampuan analisa.  Itu sebabnya orang dengan mesin kecerdasan Thinking akan bersifat logis dan rasional.

Hal-hal yang tidak logis maka tidak masuk akal bagi mereka.

  1. Intuiting

Mesin kecerdasan Intuiting terletak di neokortek kanan.  Neokortek kanan ini menjadi tempatnya ide dan gagasan muncul.

Itu sebabnya orang dengan mesin kecerdasan Intuiting akan memiliki banyak ide, gagasan dan imajinasi.  Otaknya seakan-akan penuh dengan aneka aternatif serta kemungkinan.  Sehingga mereka tergolong pada orang yang kreatif.

Baca Juga : Bagaimana Otak STIFIn Intuiting Bekerja?

  1. Feeling

Mesin kecerdasan Feeling ini menjadikan perasaannya sebagai dasar dalam berpikir.  Perasaannya yang dominan inilah yang menjadikan mereka orang-orang yang hangat, ramah dan simpatik.

Jika berhubungan dengan kemampuan memahami orang lain, maka orang dengan mesin kecerdasan feeling adalah juaranya.

Baca Juga : Belajar Menulis Artikel Gaya Feeling STIFIn

  1. Insting

Mesin kecerdasan kelima dalam konsep STIFIn adalah Insting atau naluri.  Dengan nalurinya, orang yang memiliki mesin kecerdasan ini akan memiliki spontanitas dan kemampuan yang serba bisa.  Ini lah menjadikan mereka bersifat fleksibel serta adaptif.

Nah dari kelima mesin kecerdasan itu kemudian akan didapatkan 9 kepribadian bawaan yang terdiri dari kepribadian Sensing introvert (Si), Sensing ekstrovert (Se), Thinking introvert (Ti), Thinking ekstrovert (Te), Intuiting introvert (Ii), Intuiting ekstrovert (Ie), Feeling introvert (Fi), Feeling ekstrovert (Fe) serta Insting.

Tes Kepribadian Online

MBTI dan STIFIn adalah dua dari begitu banyak metode untuk mengetahui kepribadian diri atau tes kepribadian diri.

Namun untuk mendapatkan hasilnya, terdapat cara yang berbeda.   Jika MBTI bisa dilakukan secara online, maka tes STIFIn perlu dilakukan secara langsung atau offline.

Hal yang memungkin tes MBTI dilakukan secara online adalah karena metode tesnya yang menggunakan pertanyaan.  Sedangkan tes STIFIn dilakukan dengan melakukan scan sidik jari.

Dari dari kedua metode tersebut ada keunggulan dan keuntungannya masing-masing.

Plus Minus Tes Kepribadian Online

Tes kepribadian online bisa dilakukan dimana saja tanpa harus bertemu dengan assesornya.  Siapa saja yang ingin melakukan tes ini langsung mengisi pertanyaanpertanyaan yang di berikan dalam bentuk softcopy atau langsung di dalam website.

Hasil jawaban pertanyaan inilah yang kemudian dikirimkan ke assesor atau ke sistem di dalam web untuk kemudian memberikan hasil.

Bagaimana hasil dari tes kepribadian psikologi ini bisa dipengaruhi oleh faktor psikologis pada saat mengisi kuisioner.

Itu sebabnya, hasilnya bisa mungkin mengalami perubahan ketika melakukan tes di lain waktu.

Karena dilakukan secara online, maka potensi untuk melakukan konseling langsung dan bertatap muka juga akan kecil kemungkinannya.  Bahkan seringkali penjelasan hanya dilakukan melalui penjelasan tertulis yang telah disiapkan oleh website bersangkutan.

Perbandingan Dengan Tes Kepribadian Psikologi Langsung

Melakukan tes kepribadian psikologi yang dilakukan secara langsung memberikan keuntungan waktu diskusi yang lebih panjang, fokus dan dilakukan dengan tatap muka.

Sesi konsultasi menggunakan metode tatap muka akan memberikan informasi tambahan berkaitan dengan ekspresi dan gesture pada saat diskusi.  Dan ini seringkali memberikan feedback yang cukup baik.

Akan tetapi, karena teknik ini hanya bisa dilakukan secara tatap muka dan bertemu langsung, maka kendala tempat dan waktu sering muncul.

Adanya batasan geografis dan jarak yang menjadikan metode ini jadi kurang representatif dilakukan dengan cakupan wilayah yang luas.  Makanya lebih tepat jika dilakukan di wilayah lokal atau daerah.

Penutup

Tapi apapun tekniknya, sebetulnya hal yang paling penting dan perlu dipahami adalah bagaimana manfaat dari informasi yang diperoleh dari hasil tes kepribadian psikologi tersebut.

Informasi yang telah diperoleh hendaknya digunakan untuk mengembangkan diri agar bisa menjadi pribadi yang makin baik dengan kemampuan dan teroptimalisasi.

Karena potensi yang berkembang dengan baik nantinya dapat memberikan dampak luar biasa bagi pribadi yang melakukannya, sekaligus bagi masyarakat disekitarnya.

Potensi yang terasah dan berkembang dengan baik juga akan dapat memberikan dampak bagi lingkungannya.

Nah kontribusi inilah yang sebenarnya disebut dengan diri yang bertumbuh dan menjadi semakin baik.